Saham AISA Bergejolak Turun Naik | Saham AISA Hari Ini

investasi saham

AISA Market Review

Kemarin AISA naik tinggi. Pas penutupan, gain hingga 19%. Ini fantastik untuk ukuran kenaikan dalam sehari, meski bagi sebagian dari anda yang berkecimpung di pasar saham ini bukan kejadian yang mengagetkan. Kejadiannya berlanjut hari ini, AISA jungkir balik dengan minusnya yang ditutup merah hingga 8%. Ada apa ini?

Masih segar dalam ingatan anda semua, kasus yang menimpa PT. IBU sempat mengguncang psikologi para share holder saham AISA. Perusahaan beras tersebut memang merupakan perusahaannya PT. Tiga Pilar Sejahtera Tbk. yang sahamnya berkode AISA.

Ok, saya tak akan membahas kasus itu. Tapi langsung saja ke poinnya : Harga Saham AISA. Bagi siapa pun yang berkutub Value Investing, tentu suka dengan beli saham murah, tapi bukan murahan. Kenapa bukan murahan? Siapa sih yang tak butuh beras?

Anda tentu sepakat bila menunjuk beras sebagai barang yang 'paling dicari' di Indonesia. AISA juga hari ini memiliki PER yang menarik. Per penutupan Jumat, 15 September 2017, PER saham AISA tercatat di RTI sebesar 8,02. Padahal AISA merupakan emiten di sektor consumer goods. Belum lagi nilai bukunya yang terlihat lebih tinggi dari harga sahamnya saat ini.

Siapa borong AISA?

Selalu menarik untuk mengamati bursa saham. Saya hari ini melihat bahwa asing mencatat pembelian yang valuasinya cukup besar. Perhatikan fakta tentang transaksi broker!

Sejak 13, 14, dan 15 September 2017, tercatat valuasi foreign net buy AISA cukup besar. Saya tak begitu yakin bila pembelian ini akan dijual dalam waktu dekat apabila mempertimbangkan potensi ke depan bisnis AISA yang begitu kuat dan produknya sangat dibutuhkan manusia.

Meski demikian, mungkin saja saya salah apabila dalam waktu kurang dari 5 hari kedepan gain AISA tembus double digit. Istilah profit taking tentu dapat menggoda mereka yang mengempit saham AISA.

Dilihat dari dampak psikologis, banyak pihak menilai bahw kasus PT IBU yang mempengaruhi harga saham AISA akan reda seiring berjalannya waktu. Disisi lain, kinerja perusahaanlah yang akan menggantikannya. Melihat kapasitas PT. IBU sendiri, penurunan harga saham yang sangat dalam, tentu dapat dianggap sebagai reaksi yang berlebihan. Toh bisnis AISA bukan hanya jualan beras saja.

Lalu siapa yang memborong AISA di saat-saat seperti ini? Dari catatan perdagangan saham AISA, jelas sekali, YP dominan melakukan aksinya hari ini. YP sukses menjadi top level pemborong AISA, yang sayangnya YP pulalah yang dominan di sisi sebelah kanan. Lho, kok bisa? Hey, ini pasar saham, kakak. Apa sih yang tidak bisa? Hehe..

Saya kira bila anda melihat chart AISA, anda akan tertarik untuk mendapati harganya kembali pulih diatas Rp 2000 dalam beberapa waktu (mungkin bulan, mungkin juga tahun) ke depan. Pastikan pada saat itu tiba, anda sudah pernah membelinya di harga yang terbilang murah, seperti saat ini.

Mari logis dalam berinvestasi, dan Happy investing.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel