Mr. Market Selalu Bilang "Ya" Tentang Harga Saham

- Jumat, Oktober 06, 2017
www.yekti-sulistiyo.com

Saya suka sekali dengan kisah fiktif yang diutarakan di buku The Intelligent Investor. Begini kira-kira kisahnya.

Bayangkan anda memiliki sebagian kecil saham di perusahaan private yang anda beli seharga $1000. Teman anda, sebut saja Mr. Market, bilang bahwa dirinya ingin membantu anda. Malah terlihat ingin sekali membantu. Setiap hari Mr. Market memberitahu anda tentang berbagai hal dari sudut pandangnya. Pendapatnya mulai dari nilai saham anda, dan sebagainya. Kadang kala idenya logis dan dapat anda terima dengan mudah karena sesuai dengan perkembangan perusahaan yang telah anda beli sahamnya. Anda pun sebenarnya sudah tahu hal itu. Pada waktu yang lain lagi, kadang ide Mr. Market ini terbilang konyol (itu pun apabila anda keberatan bilang tolol, karena terlalu kasar). Dia ajukan angka yang sangat sulit diterima akal sehat tentang nilai saham itu.

Kondisi Pasar saat ini pun masih saja relevan dengan sekelumit kisah diatas. Ya, kisah Mr. Market yang brilian, atau malah 'brilian' yang keterlaluan. Apakah saya mau mempertaruhkan segalanya hanya dengan mendengarkan Mr. Market yang labil? Oh, tidak! Saya tentu saja lebih suka membaca beberapa lembar laporan perusahaan daripada mendengar Mr. Market yang labil.

Para pakar mengomentari kisah Mr. Market yang dibuat Benjamin Graham itu sebagai satu metafora atau analogi yang luar biasa bermanfaat dalam menggambarkan pasar saham. Mr. Market ketika berada dalam kondisi logis, dapat menyampaikan hal-hal yang masuk akal. Akan tetapi ketika gila kambuhannya tiba, tak bisa memberi anda informasi yang masuk akal. Ketika gembira, Mr. Market akan terus saja membeli meski harga saham telah melambung tinggi melampaui nilai wajarnya.

Sebaliknya, saat sedang sedih, Mr. Market berprilaku sebaliknya. Dia terus saja menjual, menjual dan menjual; meskipun harga saham sudah sangat murah, jauh beberapa kali dibawah nilai wajarnya.
Sejenak mari kita tenangkan diri agar dapat menangkap peluang dari situasi yang sepertinya akan terus ada dan berulang-ulang ini.

#Fakta 1
Tentu anda masih ingat harga minyak beberapa tahun terakhir. Saat harga minyak tinggi, tembus diatas $100 per barel, saham BRPT jatuh. Rendah sekali. Kemudian harga minyak drop hingga menyentuh kisaran $30 per barel. Kini kisarannya $50-$60. Saham BRPT naik, tapi naiknya sangat tinggi sekali, seolah sama dengan situasi saat Mr. Market sedang senang.

#Fakta 2
SMBR yang produksinya sekitar 2 juta ton semen per tahun, harga sahamnya naik terus. Dalam 3 tahun terakhir, RTI mencatat kenaikan harga saham SMBR telah menyentuh angka fantastis, 632%...! Apakah memang nilai saham SMBR layak dihargai begitu mahal? Apabila Mr. Market yang anda tanya, kapan pun, maka dia akan selalu menjawab "Ya".

#Fakta 3
PGAS yang baru-baru ini begitu masif menyedot perhatian, mungkin bukan anda, terus saja turun sebab regulasi pemerintah terkait harga gas.

#Fakta 4
Silakan anda tambahkan fakta lain yang anda punya.(*)
Advertisement
 

Start typing and press Enter to search