Harga Saham TLKM Masih Murah atau Mahal?

SAHAM TLKM

Saham TLKM Murah atau Mahal? - Kehidupan yang seba canggih hari ini tak bisa lepas dari keberadaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang juga listing di BEI dengan kode saham di IDX yaitu saham TLKM. Perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini terbilang superior dan dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang sangat kuat.

Ulasan SahamTelkom

Saham Telkom listing di Bursa Efek Indonesia sejak 14 November 1995. Ketika listing pertama kali, harga saham Telkom per lembar 2050. Dalam perjalanannya, saham emiten ini mengalami stock split 1:5 pada 27 Agustus 2013. Per tanggal 15 Maret 2018, sahamnya ditutup pada harga 3930 per lembar.

Sekilas Info! Pengertian Stock Split yaitu aksi korporasi yang dilakukan perusahaan dengan cara memecah lembar saham kedalam perbandingan tertentu. Misalkan PT Telkom Indonesia melakukan stock split 1:5, artinya 1 lembar saham, dipecah menjadi 5. Otomatis harga sahamnya pun berubah menjadi 5 kali lebih kecil dari sebelum stock split. Analoginya, 1 lembar saham berharga 1000. Ketika stock split 1 : 5, maka menjadi 5 lembar saham berharga 200.
Lawan kata stock split adalah Reverse Stock, yaitu aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan yang menyatukan beberapa lembar saham menjadi 1 bagian tertentu. Misalnya saham MITI reverse stock 4 : 1 pada 2 Juni 2014. Artinya, tiap 4 lembar saham MITI disatukan menjadi 1 lembar, dengan harga 4 kali dari harga sebelumnya.

SAHAM TLKM CHART
Chart saham TLKM dari tahun 2012 sampai tahun 2018

Ketika IPO, saham yang dilepas oleh PT Telkom Indonesia jumlahnya 1,17 milyar lembar. Kini, saham PT Telkom yang beredar berjumlah 100,7 milyar lembar. Negara RI menguasai 51,2% kepemilikan sahamnya. Sedangkan publik menguasai 48,8% lembar saham perusahaan ini.

Kepemilikan yang besar Negara atas saham halo-halo ini memberi kesejukan tersendiri bagi kas pemerintah. Betapa tidak, Telkom merupakan salah satu penyumbang dividen yang cukup besar diantara BUMN yang lain. Dengan porsi 51,1% kepemilikan saham, tentu angkanya dapat diprediksi dengan mudah.

Telkom Tahun 2010

Pada Investor Summit tahun 2010 lalu, tepatnya bulan November 2010, bisnis telkom belum sebesar sekarang ini. Ketika itu portofolio bisnis Telkom dikenal dengan istilah TIME yang meliputi :

  1. Telekomunikasi
    1. POTS
    2. FWA
    3. Mobile/Cellular
    4. International Services
    5. Broadband
    6. Network Services
    7. Tower
  2. Information
    1. Premise Integration Services
    2. VAS, Managed App & Performance (IT Outsourcing)
    3. e-Payment
    4. IT enabel Services (ITeS) Business Process Outsourcing (BPO)
  3. Media and Edutainment
    1. Media PayTV & FTA
    2. Content/Portal
Dengan bisnis inilah, hingga Q3 2010, Telkom mengeruk pendapatan hingga Rp 52 triliyun. Net income Telkom tercatat Rp 8,9 triliyun. Sangat jauh dibanding dengan pencapaian sepanjang 2017 lalu yang mencapai penjualan dan net profit berturut-turut yaitu Rp 128,26 triliyun dan Rp 22,15 triliyun.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel