Langsung ke konten utama

Bukalah Akun Saham, Sekarang!

Kenapa harus buka akun saham di bursa? Bila ini ditanyakan pada saya, saya akan bilang bahwa saya perlu akses untuk investasi saya.

Dari sekian instrumen investasi, saya 'jatuh cinta' dengan saham.

Faktornya barangkali karena likuiditas, transparansi, kepastian hukum, dan pastinya MUDAH.

akun saham

Barangkali banyak orang beranggapan berinvestasi itu kudu punya uang milyaran.

Oh, tidak. Saya sendiri pernah beberapa kali menemani teman yang mau buka akun.

Ternyata deposit awal Rp 3 juta pun bisa. Bahkan saat ini, saya pernah menyaksikan ada yang hanya Rp 100 ribu.

Eits, tunggu dulu. Itu uang untuk siapa? Apakah itu uang untuk membayar biaya ini itu, dst?

TIDAK! Itu ya uang anda sendiri.

Uang yang bisa anda pakai beli saham saat akun anda sudah jadi.

Lalu apakah perlu biaya untuk membuka akun di pasar modal? Setahu saya, TIDAK.

Kalau toh butuh biaya, ada beberapa sekuritas (perusahaan tempat membuka akun) yang membebankan biaya materai kepada calon nasabahnya.


MEMILIH SEKURITAS

Hal terpenting bagi calon nasabah saat memilih sekuritas untuk membuka akun, menurut saya adalah faktor legalitas dan kredibilitas.

Pastikan kantor sekuritas itu punya izin sah dari OJK selaku 'wasit' di industri keuangan.

Anda bisa cek ke OJK bila ingin memastikan eksiatensinya. Tapi kalau tak mau ribet, ya cek saja di website.

Bila sudah pasti dengan legalitasnya, saya sarankan untuk mencermati kredibilitasnya.

Baik sekuritas lokal atau asing, memiliki tingkat kepercayaan yang bertingkat-tingkat di mata nasabah.

Sering kali ada kontes untuk menilai prestasi para sekuritas ini.

Biasanya sekuritas yang masuk top 10 transaksi harian yang konsisten, punya prestasi yang kuat dan terpercaya.

Atau kalau anda punya semangat nasionalisme yang kuat, bisa mempertimbangkan sekuritas BUMN.

Ya, bukan jaminan pelayanannya lebih baik, sih. Sebab kompetisi bisnis disini sangat ketat.

Selain hal-hal umum diatas, saya juga punya pendapat bahwa sebaiknya sekuritas itu harus mampu menyediakan software yang handal.

Ini akan memudahkan anda dalam bertransaksi. Apalagi sekarang zamannya smartphone.

Kontes software transaksi bursa juga acap kali menjadi ajang unjuk gigi para sekuritas.

Namun demikian, juaranya pakai software yang feature-nya mampu mengundang para voter, belum tentu jaminan cocok dengan keinginan anda.

Ada baiknya anda mencoba beberapa software dari para sekuritas, baru menentukan mana yang anda suka.

Nah, baru kemudian masuk hal yang sangat krusial. FEE...

Ya, benar. Fee yang dipungut dari nasabah oleh sekuritas ini penting dibandingkan.

Ada sekuritas yang memungut biaya bulanan sekitar Rp 33 ribu, tapi ada juga yang tidak.

Selain fee bulanan, saya juga ingin anda mengetahui fee per transaksi. Jadi fee per transaksi ini umumnya berkisar 0.4%.

Wajar bila anda ingin membayar yang murah, asal tidak murahan.

Satu lagi tentang fee per transaksi ini, ada sekuritas yang menerapkan skema pembulatan.

Artinya bila per transaksi yang anda lakukan nanti dihitung, fee-nya masih kurang dari batas minimum yang ditetapkan sekuritas (misalnya Rp 10 ribu), maka akan dibulatkan ke batas fee minimum transaksi.

Akan jadi besar angka yang anda keluarkan sebagai fee bila nilai transaksi anda dibawah standard fee minimum.

Oia, ada 2 cara transaksi saham. Full online dan menggunakan jasa broker di sekuritas. Bila anda mau belajar, saya anjurkan memilih yang full online.

Mungkin tak sampai seminggu anda sudah bisa menguasai tata caranya, termasuk penggunaan softwarenya.

Tapi bila anda tak ada waktu atau tak mau ribet, silakan saja pakai jasa broker. Tapi ya ada biayanya.

Barangkali ini sekilas yang bisa saya sampaikan tentang buka akun di bursa.

Bila mau detail, saya sangat remondasikan bukunya Ellen May yang judulnya Smart Trader Rich Investor : Baby Step.

Disitu seingat saya juga ada daftar nama-nama sekuritas. Daftar nama-nama sekuritas ini juga ada di situs Kontan Online.

Bila sudah menunggu sekitar 2 minggu sejak pembukaan akun, maka anda bisa aktivasi.

Silakan konsultasikan dengan pihak sekuritas tentang teknisnya seperti apa. Dan, selamat datang di Bursa Efek Indonesia.

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…