Langsung ke konten utama

Newbie di Bursa, (kenapa) Sulit Berpikir Jernih

newbie di bursa saham

Hampir semua orang yang baru buka akun di BEI (Bursa Efek Indonesia) menemui kendala. Apa saja itu?

3 Kelompok Newbie (Studi tentang kesulitan yang dihadapi pendatang baru)

Sebagian yang pertama, karena merasa belum terbiasa dengan mekanismenya.

Sebagian lagi sulit mengoperasikan software baru yang baru saja di downlod, sebab banyak sekali angka, grafik, serta tombol-tombol menunya.
Lalu ada lagi sekelompok orang yang bingung sebab tidak mengetahui kenapa dirinya bisa merasa bingung. 
Jadi kelompok yang terakhir ini bingung karena sebenarnya dirinya tidak tahu sama sekali apa itu bursa.

Dia mungkin buka akun di bursa hanya karena bujukan orang lain.

Atau barangkali baca-baca di internet, lalu ketemu dengan artikel yang menulis tentang orang-orang top di bursa macam Warren Buffet atau Lo Kheng Hong.

Setelah itu dirinya merasa bisa karena didalam kepalanya ada bisikan misterius yang bilang 'tidak ada yang tidak mungkin'; yang baru saja diperoleh dari seminar motivasi.

Jadilah dia buka akun di bursa. Ketemulah dia dengan grafik dan angka itu.

Dan akhirnya dia ingin bilang pada motivatornya (sayang sudah tidap pernah ketemu lagi) bahwa : ternyata ini tidak mungkin saya bisa pahami. Fatal...!

Jujur, saya pun sependapat dengan ungkapan 'tidak ada yang tidak mungkin'.

Cuma, yakin saja tidak cukup.

Dia musti mau belajar. Tepatnya belajar lebih keras.

Artinya, seberapa rela dirinya mencurahkan waktunya untuk belajarlah yang menjadi kuncinya.

Saya yang sudah sejak 2011 di bursa pun mengakui bahw sampai saat ini masih belum tahu banyak.

Belum ada apa-apanya. Jadi saya pun masih terus belajar dan berpikir tentang 'bagaimana caranya'.

Sebenarnya ketiga kelompok newbie yang bingung diatas, bisa saja sukses dengan kekuatan berpikirnya masing-masing.

Tapi umumnya orang kita maunya disuapi. Dijejali menu-menu instant. Disuguhi makanan siap saji.

Itukah cara berusaha keras?

Tidak, bro. Tidak demikian. Anda kudu berpikir tentang fokus pada bidang yang ingin anda lakukan.

Payahnya, tak banyak orang mau berkipir.

Ada ungkapan filsuf dari Perancis yang saya dapatkan dari bukunya Pak Rhenald Kasali. Begini bunyinya :

Di dunia hanya 2% saja orang yang benar-benar mau berpikir. Sisanya merasa sudah berpikir. Dan sisanya lagi yang jumlahnya lebih besar, mereka lebih baik mati daripada disuruh berpikir.

Saya kira anda yang membaca tulisan ini maunya ada di golongan 2% tersebut, meskipun itu sebenarnya hanya sindiran bagi manusia-manusia yang tidak mau menggunakan otaknya untuk berpikir.

Ya, begitulah filsuf.

Lalu bagaimana, dong?

Saran saya, hapus kelompok ketiga. Tapi bila itu anda, segeralah tobat dan kembali ke jalan yang benar.

Artinya, mari sama-sama memulai dengan logika dasar berpikir yang benar.

Misalnya ada emiten BUMI yang hutangnya segunung (konon tembus Rp 100 T), dan satunya lagi emiten TLKM yang untungnya banyak, bila harus memilih, pasti anda akan memilih TLKM, kan?

"Semua orang juga tahu!" Mungkin anda bisa saja teriak begitu.

Tapi pertanyaan saya, apakah anda tahu emiten mana yang untung banyak? Emiten mana yang hutangnya menggunung?

Atau lebih sulit lagi, emiten manakah yang potensi keuntungannya akan terus terjaga hingga 5 tahun kedepan, misalnya?

Nah, disinilah anda bisa mengeksplorasi kemampuan berpikir anda dengan menganalisa fenomena ekonomi di sekitar anda.

Setingkat lebih jauh lagi setelah anda mau berpikir, adalah menjadikan media sebagai bagian dari informasi yang perlu diposisikan pada tempatnya.

Informasi yang ditulis beberapa media untuk satu sumber yang sama, misalnya Annual Report ASII, bisa jadi pemberitaannya berbeda.

Anda musti objektif menyikapinya. Silakan cross check di sumbernya langsung.

Memang biasanya memakan waktu.

Tapi saya pastikan anda akan objektif dan mampu memperoleh dasar yang kuat untuk berpikir logis terhadap pemberitaan media.

Bila sudah sampai pada titik ini, anda akan bisa menilai sendiri, mungkin ada maksud lain dari pemberitaan media itu.

Satu yang saya tahu, wartawan tidak menulis utuh komentar atau sumber, tapi dipenggal kata-katanya, sehingga pemberitaannya menarik.

Bila ditulis utuh, maka space yang dimilikinya mungkin tak akan mampu memuat, misalnya wawancara 30 menit.

Bila sudah memiliki landasan berpikir dalam menempatkan berita di media, maka ada baiknya anda melakukan studi komparasi beberapa catatan laporan keuangan emiten dari sektor yang sama. Paling gampang, download disini.

Bila masih bingung kode-kode 4 huruf itu, silakan beli koran Kontan yang harian.

Disana ditulis emiten-emiten yang listing di BEI, lengkap dengan pengelompokan sektornya.

Bila sudah dapat sektor unggulan, dan emiten yang potensial, silakan beli sahamnya. Just it!


'Ribet amat, sih?'

Mau jadi yang 2% tidak? Pasti mau kan? Kalau mau, silakan lanjut.

Kalau sudah merasa lebih baik mati, lebih baik tutup laman ini. Hehee...

But, bila anda mau saya tunjukkan caranya, gampang. Datang saja ke saya.

Sambil minum kopi, saya siap menunjukkan tempat-tempat di jagad maya yang sebaiknya anda kunjungi.

Juga bagaimana caranya mempergunakannya.

Pesan saya, siapapun anda, bila punya keinginan yang kuat, sesulit apapun kendala yang dihadapi, maka disitu pula akan ada kemudahan yang bisa anda temukan.

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…