Langsung ke konten utama

Supply Semen Tinggi, INTP Atur Pemasaran

saham intp
Saham INTP

INTP atau PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Sebagai salah satu raksasa di industri semen nasional, membentuk anak perusahaan baru (tidak langsung) bernama PT Tiro Abadi Perkasa.

Pembentukan ini terjadi pada 17 Januari 2017, dengan melibatkan pihak-pihak yang bertransaksi antara lain PT Dian Abadi Perkasa dan PT Sari Bhakti Sejati.

Sesuai laporan keterbukaan informasi yang disampaikan INTP ke BEI, kedua perusahaan yang melakukan transaksi diatas tercatat sebagai anak perusahaan INTP.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 1 miliar yang dipakai sebagai dana untuk mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran semen dan bahan bagunan secara retail. Sumber dana yang dipakai, disebutkan berasal dari pihak internal masing-masing pihak yang bertransaksi.

Laporan yang ditandatangani oleh Corporate Secretary and Legal Affairs Division Manager, Oey Marcos, menyatakan bahwa perusahaan tersebut saat ini belum beroperasi.

Mengacu pada laporan keuangan INTP tahun 2015, besaran dana yang dipakai tidak termasuk dalam laporan keuangan tersebut.

INTP yang memiliki kantor pusat di Wisma Indocement lt 13 Jl. Jendral Sudirman Kav. 70-71 ini termasuk dalam Heidelberg Cement Group. Per tanggal 19 Januari 2017, kapitalisasinya tercatat lebih Rp 54 T.

Hingga kuartal ketiga 2016, penjualannya mencapai  Rp 11 T, dengan net profit mencapai Rp 3,15 T. Debt equity ratio INTP terbilang mini, hanya di kisaran 9,84%.

INTP terbilang emiten yang gemar membagi dividen. Tercatat 2012 membagikan dividen sebesar Rp 293, 2013 memberi Rp 450, 2014 memberi Rp 900, 2015 memberi Rp 1350 dan 2016 memberi 415.

Kepemilikan saham INTP, sebesar 51% sahamnya dikuasai oleh Birchwood Omnia Limited, Inggris. Saat ini Christian Kartawijaya tercatat sebagai presiden direktur INTP.

Sepertinya INTP perlu segera mengarahkan langkah mereka untuk tetap bisa menjual semen dalam kondisi pasar semen domestik yang over supply.

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…