Langsung ke konten utama

Nilai Wajar Saham

nilai wajar saham

Pernah tahu nilai buku?

Beberapa kelompok investor menggunakan nilai wajar berdasarkan perhitungan nilai wajar yang dihitung dari EKUITAS dibagi jumlah lembar saham. Ini sering disebut Book Value per Share (BPVS).

BVPS = Ekuitas / jumlah saham beredar

Tentu ini bisa diperoleh semua informasinya dari data2 laporan keuangan. Agak ribet, mungkin. Tapi validitasnya cukup tinggi.

Bagaimana PENERAPAN di bursa?

Simpel. Bila harga saham lebih tinggi dari BVPS, bisa dibilang over value alias mahal. Meski demikian, ada saja saham yang harganya terus naik meski harganya berkali lipat dari BVPS nya.

Hari ini, dengan perkembangan arus informasi yg begitu masif, info tentang BVPS bisa langsung dilihat pada aplikasi RTI Business.

Dari data RTI sekitar bulan september 2016 lalu, nilai BVPS beberapa emiten satu sektor bisa diambil, kemudian anda komparasikan sendiri. Misalnya :

SSIA 709
TOTL 248
WTON 267

Bila melihat harga sahamnya hari ini, apa yang bisa dicermati?

SSIA 560
TOTL 805
WTON 895

Terlihat sekali, SSIA berada dibawah nilai wajar (baca : murah).

Lantas apakah ini bisa langsung bisa jadi 'perintah' beli?

Sepertinya belum tentu. Ingat, pasar bukan matematika. Pasar tetaplah pasar, dengan segala kembuletannya.

Dengan mengetahui satu indikator diatas, setidaknya menjadi referensi bagi kita berinvestasi.

Satu indikator, bagi saya tidaklah cukup. Saya bicara bisnis, maka saya bicara masa depan. Indikator diatas, seperti anda tahu, adalah sejarah yang wajib ditulis oleh perusahaan melalui laporan keuangannya. Sementara masa depan, tetaplah berupa hal yang tak seorang pun yang tahu.

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…