Langsung ke konten utama

ACST Bagi-bagi Dividen Rp 39 per Saham

ACST atau PT Acset Indonusa Tbk., melaporkan hasil RUPS tahunan. Beberapa agenda dihasilkan dari RUPS tersebut diantaranya membagikan dividen tunai sebesar Rp 39 per lembar saham. Ini merupakan 40% dari total keuntungan bersih perseroan tahun 2016 lalu, termasuk dividen interim Rp 11. 

Sehingga sisanya sebesar Rp28 per saham itu akan dibagikan kepada pemegang saham ACST yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 8 hari bursa setelah tanggal penutupan Rapat ini dan akan dibayarkan kepada Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 9 Mei 2017.

Mengutip data RTI Business, cum dividen di pasar reguler yaitu tanggal 18 April 2017, serta ex dividen tanggal 19 April 2017. Pembayarannya, 9 Mei 2017.

Keputusan penting lain ACST adalah penambahan dana cadangan sebesar Rp 4 miliyar, sehingga totalnya menjadi Rp 14 miliyar. Ini setara dengan 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor yang menyesuaikan dengan anggaran dasar perusahaan.

Sedangkan dana Rp 37 miliyar lainnya disepakati untuk dibukukan  sebagai laba ditahan ACST.

Eksekutif ACST

RUPS itu juga menetapkan Gidion Hasan untuk diangkat kembali sebagai Presiden Komisaris ACST, serta mengangkat Jeffrey Gunadi Chandrawijaya sebagai Presiden Direktur Perseroan. Gaji atau honorarium dan tunjangan kepada para anggota Dewan Komisaris Perseroan seluruhnya sebesar-besarnya sejumlah Rp1,3 miliyar gross setahun, yang dibayarkan 13 kali dalam satu tahun.

Ini akan mulai berlaku sejak ditutupnya Rapat ini hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berikutnya di tahun 2018.

Penambahan Kepemilikan Saham PT Bintai Kindenko Engineering

Agenda penting berikutnya, membahas tentang persetujuan untuk peningkatan kepemilikan saham Perseroan pada anak perusahaan ACST, yaitu PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia dengan cara mengambil saham baru dengan nilai transaksi sebesar Rp28.700.000.000.

Tentu saja hal ini menjadi langkah yang dianggap cukup baik bagi kemajuan perusahaan.

Terakhir, saya mau bilang, sebagai pelaku pasar yang peduli jangka panjang, tentu saja anda akan senang bila menerima dividen dari investasi yang telah anda berikan. :) Nice, ACST...!

Sumber : lampiran risalah hasil RUPS emiten ACST

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…