Langsung ke konten utama

Laba MEDC melambung 198,21%

Hari ini, 3 April 2017, PT Medco Energi International Tbk (MEDC) mencatatkan Laporan Keuangan konsolidasi hingga 31 Desember 2016. Demikian informasi yang disampaikan perusahaan yang dipimpin oleh Hilmi Panigoro sebagai Presiden Direktur dalam pengumuman emiten di BEI.

Dari Laporan Keuangan yang diaudit oleh Purwantono, Sungkoro & Surja sebagai Akuntan Publik, dengan Laporan No. RPC-3478/PPS/2017, bila dikomparasikan dengan tahun sebelumnya, bisa diketahui bahwa MEDC mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2016. Aset total MEDC mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu 23,62%. Peningkatan ini selaras dengan peningkatan liabilitas yang juga naik 22,57%.

Laba MEDC melambung!


Pendapatan MEDC mengalami peningkatan tipis, sebesar 4%. Bila melihat gejolak penurunan minyak bumi, tentu bisa dimaklumi bila MEDC menghadapi tantangan dalam mendongkrak pendapatannya. Sedangkan laba tahun berjalan, MEDC terbilang melambung, naik hingga 198,21%. Hal ini tak bisa lepas dari upaya MEDC dalam melakukan akuisisi dan pengalihan yang signifikan. Pada tahun 2016, Grup melakukan beberapa akuisi entitas anak dan ventura bersama. Demikian diterangkan pada penjelasan Laporan tersebut.

Akuisisi Dan Pengalihan


Dari sekian banyak akuisisi dan pengalihan yang terbilang jumbo, diantaranya yang pertama adalah pada tanggal 18 September 2016, Medco Natuna menandatangani Share Purchase and Sale Agreement (SPA) dengan ConocoPhillips Indonesia Holding Limited (“ConocoPhillips”) and ConocoPhillips Company untuk mengakusisi 100% saham anak perusahaannya, ConocoPhillips Indonesia Inc Limited (“CIIL”) dan ConocoPhillips Singapore Operations Pte Limited (“CSOP”) dengan nilai pembelian masing-masing sebesar AS$238.000.000 dan AS$1.000.000. Berdasarkan SPA, Medco Natuna juga diharuskan untuk membayar liabilitas imbalan kerja CIIL sebesar AS$38.449.384.

Kedua, tanggal 23 Agustus 2016, Perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (“CSPA”) terkait pembelian 50% saham dalam PT Amman Mineral Investama (“AMIV”) dengan PT AP Investment sebagai penjual dengan nilai transaksi sebesar AS$404 juta.

Bagaimana sikap anda terhadap fakta ini?


Ada baiknya anda tidak serta merta mencaplok saham MEDC mentah-mentah. Barangkali bila anda membandingkan dengan emiten sektor sejenis, anda akan bijak dalam menempatkan uang anda di pasar saham. Di Koran Kontan, MEDC masuk dalam kelompok Pertambangan Minyak dan Gas Bumi. Di keloMpok ini ada emiten lain, yaitu PT. Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), PT. Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT. Benakat Integra Tbk (BIPI), PT. Elnusa Tbk (ELSA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT. Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK), PT. Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) dan PT. Sugih Energy Tbk (SUGI).(*)



Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…