Langsung ke konten utama

Saham SMBR Gain 800% : Pelajaran tentang Persepsi VS Realita

saham smbr

Saya yakin anda sependapat bila banyak orang menyebutkan bahwa persepsi mampu mempengaruhi pergerakan harga saham. Benar saja, banyak sekali fenomena yang menunjukkan hal itu. Sebut saja PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) dalam dua tahun ini.

Sekilas SMBR, Kajian SIngkat tentang Capital Gain 800%

Sejak 2015 hingga akhir Maret 2016, pergerakan harga saham SMBR terbilang landai. Hampir tidak ada hal yang bisa disebutkan sebagai suatu hal yang fantastis. Harganya di rentang 350-an. Tapi setelah memasuki April 2016, saham SMBR terus meroket naik.

Bahkan beberapa hari ini menembus angka 3550 yang menjadi angka tertingginya sepanjang masa. Secara persentase harga hari ini bila dibandingkan harga dua tahun lalu sudah menembus 800% lebih. Barangkali saja akan naik lagi di waktu dekat ini, yang jelas saya tidak tahu apakah memang akan demikian.

Kembali kepada soal persepsi, saat pemerintah mencanangkan pembangunan jalan tol dari Lampung hingga Aceh hingga 2019, sebagai orang awam, saya cenderung berpikir bahwa pembangunan tersebut butuh semen. Tapi benarkan kebutuhan tersebut akan langsung mendongkrak kinerja SMBR?

Fakta-fakta Laporan Keuangan SMBR tahun 2017

Mari kita simak Annual Report SMBR 2017 yang belum lama ini baru saja dilaporkan ke BEI. Dari laporan keuangan tersebut anda bisa melihat pertumbuhan yang cukup kuat. Produksi semen dalam 3 tahun terakhir berturut-turut naik dari tahun 2014, 2015, 2016 sebanyak 1,26 juta ton, 1,53 juta ton, 1,62 juta ton.

Operating income juga segaris lurus dengan produksi, meningkat dari Rp 253 miliar, Rp 323 miliar dan Rp 328 miliar. Sedangkan ekuitas perusahaan meningkat dari Rp 2,6 T, Rp 2,9 T, serta Rp 3,1 T. Bila anda cermati kondisi aktual tersebut, seluruh angkanya naik. Ini terbilang bagus untuk perusahaan semen, mengingat pasokan semen nasional yang over supply.

Komparasi Capital Gain dari Harga Saham dengan Kinerja Aktual SMBR

Pertanyaan saya, bagaimana anda mengkaitkan antara kenaikan harga saham SMBR yang melambung hingga 800% dengan data-data terakhir laporan keuangan perusahaan diatas? Barangkali akan jomplang sekali, kemudian anda akan berpikir sama seperti : Kok bisa begitu, ya? 

Bila anda membebaskan pikiran anda dari aspek psikologi pasar, anda akan sulit menemukan titik temu. Tapi bila sedikit saja anda menyinggung ilmu psikologi, ilmu yang begitu digandrungi di masa para filsuf, dan berkembang pesat hingga saat ini, bahkan hingga masa mendatang itu, saya tidak akan kaget bila anda akan mampu menemukan benang merahnya.

Maksud saya begini. Sajikan saja satu contoh, tentang cabai. Apa jadinya dengan harga cabai bila beredar kabar dimana-mana, bahwa banyak petani gagal panen, hama menyerang cabai hingga hasil panen mayoritas petani cabai drop, lalu ditambah info-info tentang pasar-pasar yang 'katanya' kekurangan supply?

Semua akan koor menjawab peluang harga cabai akan naik semakin tinggi esok hari. Kurang lebih demikian pula situasi di pasar saham, termasuk yang saat ini terjadi di SMBR.

Sikap saya sebaiknya bagaimana?

Saya tidak akan memberi masukan apapun kepada anda. Saya hanya akan senang bila anda memiliki sikap berkaitan dengan fenomena ini. Bila anda berpikir apakah anda bisa mengeruk keuntungan hingga 800% di SMBR?

Tentu jawabannya adalah 'YA', bila anda pernah membeli sahamnya dahulu, dan menjual hari ini. Tapi saya tidak yakin anda akan mempertaruhkan uang anda hari ini dengan membeli saham SMBR di harga 3550, kemudian berharap naik 800% lagi pada 2 tahun mendatang, atau tahun 2019.

Bagimana kalau harganya akan menurun menuju nilai wajarnya? Saya tidak tahu dan tak bisa menyaksikan masa depan di hari ini!

Pikiran anda pun mungkin akan sedikit bergejolak bila anda mau membandinghkan kinerja SMBR dengan INTP, SMGR atau SMCB misalnya. Belum lagi bila anda mencoba menganalisa sektor lain selain semen yang barangkali potensinya lebih baik.

Terakhir, saya hanya meminta dengan sangat hormat kepada anda semua, bijaklah menempatkan uang anda pada instrumen investasi seperti saham. Saham yang naik tinggi, belum tentu sama persis persentasenya dengan kenaikan kinerja perusahaan yang tertera di laporan keuangan perusahaan.

Semoga ulasan tentang persepsi vs realita ini bermanfaat bagi anda. Bila menurut anda berguna, mohon share kepada siapa saja yang membutuhkan.

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…