Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Membuat Ombak Samudera yang Indah bagi Broker

Belum lama ini saya membaca artikel yang cukup menarik tentang kemunculan berita yang isinya kabar keuntungan sebuah perusahaan. Yang menjadikan artikel tersebut enak dibaca dan perlu adalah urutan ritme kemunculan berita dan siapa saja yang membaca dan menggunakan berita tersebut.
Ringkasnya begini, sebut saja perusahaan yang kodenya di bursa saham WWWW itu berkinerja cemerlang. Itu kurang lebih isi berita utamanya. Menurut isi artikel tersebut, supaya ada semacam gelombang transaksi, maka dibuat sedemikian rupa agar yang mengetahui berita tersebut urutannya mulai dari bandar kelas kakap, kelas menengah, dan kelas ritel. Karena yang mengetahui berita baik saham WWWW pertama kali adalah bandar kelas kakap, mereka membeli. Lalu menjual setelah berita itu diketahui oleh kelompok ritel yang baru mengetahui berita baik perusahaan WWWW. Dengan demikian, arus volume transaksi di saham WWWW meningkat cukup signifikan. Tentu ketika transaksi meningkat, komisi yang diperoleh broker juga banya…

Dua Sisi Pasar Saham

Ada kisah nyata tentang kesuksesan orang di pasar saham. Ada juga kisah orang yang jatuh di pasar saham. Di satu tempat yang sama, pasar saham, kenapa ada dua situasi yang berkebalikan hasilnya? Warren Buffett menghasilkan lebih dari $50 miliar, murni dari pasar saham Amerika. Selama lebih dari 50 tahun, dirinya berhasil menumbuhkan uangnya 24% lebih di pasar saham secara konsisten. Ini contoh pencapaian luar biasa dan tak terbantahkan lagi.
Di Indonesia pun ada sosok Lo Keng Hong. Dirinya terbilang sebagai investor individu yang juga sukses di pasar saham Indonesia. Saya yakin sekali bahwa bila anda bisa mencari lebih jauh orang-orang yang telah sukses luar biasa di pasar saham, jumlahnya akan sangat banyak.
Namun pernahkah anda mendengar kisah sebaliknya? Saya pernah mendengar pengakuan pelaku di pasar saham yang menurut saya menyedihkan. "Banyak saham yang sudah saya beli, harganya mulai jatuh," demikian ia mengawali. "Setelah 2 tahun menabung uang yang dengan susa…

Mr. Market Selalu Bilang "Ya" Tentang Harga Saham

Saya suka sekali dengan kisah fiktif yang diutarakan di buku The Intelligent Investor. Begini kira-kira kisahnya.

Bayangkan anda memiliki sebagian kecil saham di perusahaan private yang anda beli seharga $1000. Teman anda, sebut saja Mr. Market, bilang bahwa dirinya ingin membantu anda. 

Malah terlihat ingin sekali membantu. Setiap hari Mr. Market memberitahu anda tentang berbagai hal dari sudutpandangnya. 

Pendapatnya mulai dari nilai saham anda, dan sebagainya. Kadang kala idenya logis dan dapat anda terima dengan mudah karena sesuai dengan perkembangan perusahaan yang telah anda beli sahamnya. 

Anda pun sebenarnya sudah tahu hal itu. Pada waktu yang lain lagi, kadang ide Mr. Market ini terbilang konyol (itu pun apabila anda keberatan bilang tolol, karena terlalu kasar). 

Dia ajukan angka yang sangat sulit diterima akal sehat tentang nilai saham itu.
Kondisi Pasar saat ini pun masih saja relevan dengan sekelumit kisah diatas.

Ya, kisah Mr. Market yang brilian, atau malah 'brilian…

Berapa Harga 'Nasihat' Investasi?

Pasar saham itu begitu unik. Apalagi bila dikaitkan dengan prilaku para praktisi yang menginvestasikan uangnya di pasar saham.

Sebagian besar praktisi di pasar saham tak begitu peduli dengan pendapatnya sendiri.

Kelompok ini meletakkan uangnya di emiten tertentu hanya dengan mendasarkannya pada 'nasihat' yang diterimanya.

Mereka merasa bahwa dengan memperoleh 'nasihat' dari para profesional, investasinya akan menguntungkan.

Hey, sadar! Di dunia ini tak satu pun orang yang bisa melihat masa depan; juga para profesional itu.

Apabila anda amati baik-baik, dari sekian banyak 'nasihat' yang beredar, biasanya harganya murah atau bahkan gratis, kerap kali antara profesional yang satu dengan profesional lainnya bertolak belakang. Justifikasi hanya diperoleh setelah waktu berlalu, membuktikan siapa yang lebih jago 'menebak' arah harga.

Bagi saya ini konyol.

Saya suka sekali dengan joke yang pernah saya baca di buku yang membahas tentang Revolusi Orange. Disitu …

Antara Pemilu dan Timbangan di Pasar Saham

Pasar saham itu laksana pemilu dalam jangka pendek, tapi mirip timbangan dalam jangka panjang.

Pikirkan baik-baik kebenaran pernyataan kalimat tersebut.

Tentu siapa saja yang berada di pasar saham sudah paham betul, bahwa apabila semua orang sepakat dengan sentimen positif sebuah emiten, beberapa waktu kedepan kecenderungan harganya naik, tentu peluangnya sangat tinggi.

Sebaliknya, bila sentimen negatif yang beredar dimana-mana, medsos, grup WA, supergrup Telegram, dan sebagainya; acapkali harga saham akan menukin sebab kuantitas yang masif akan menyeret prilaku pelaku pasar untuk menjual sahamnya.

Ya, ini analog dengan pemilu. Siapa yang banyak meraih suara, dirinya menang.

Tetapi sampai kapan analogi pemilu di pasar saham ini akan berlaku?

Saya percaya anda yang membaca tulisan ini memiliki penafsiran dan asumsi berbeda-beda apabila bicara sampai kapan situasi tersebut akan berlalu.

Kondisi sentimen positif, atau sebaliknya, seolah tiada henti, hilir mudik silih berganti menghiasi …