Langsung ke konten utama

Dua Sisi Pasar Saham

investasi saham

Ada kisah nyata tentang kesuksesan orang di pasar saham. Ada juga kisah orang yang jatuh di pasar saham. Di satu tempat yang sama, pasar saham, kenapa ada dua situasi yang berkebalikan hasilnya?
Warren Buffett menghasilkan lebih dari $50 miliar, murni dari pasar saham Amerika. Selama lebih dari 50 tahun, dirinya berhasil menumbuhkan uangnya 24% lebih di pasar saham secara konsisten. Ini contoh pencapaian luar biasa dan tak terbantahkan lagi.

Di Indonesia pun ada sosok Lo Keng Hong. Dirinya terbilang sebagai investor individu yang juga sukses di pasar saham Indonesia. Saya yakin sekali bahwa bila anda bisa mencari lebih jauh orang-orang yang telah sukses luar biasa di pasar saham, jumlahnya akan sangat banyak.

Namun pernahkah anda mendengar kisah sebaliknya? Saya pernah mendengar pengakuan pelaku di pasar saham yang menurut saya menyedihkan. "Banyak saham yang sudah saya beli, harganya mulai jatuh," demikian ia mengawali. "Setelah 2 tahun menabung uang yang dengan susah payah saya dapatkan, nilainya jatuh hingga 30%. Bahkan beberapa saham yang sudah saya beli, dibekukan perdagangannya (suspensi). Itu menghilangkan investasi saya. Padahal, saya ingin sekali sukses seperti orang-orang yang pernah saya tahu itu."

Ada lagi hal lain yang acap kali kita semua jumpai, di grup telegram, whatsapp, line; keluhan yang menyakitkan hati. "Hari ini beli apa ya?" Atau pertanyaan-pertanyaan lain yang mengindikasikan situasi 'tanya saja kepada ahlinya'. Ujung dari kondisi ini bisa jadi profit, bisa jadi cut loss; satu kondisi yang sebenarnya juga sama ujungnya bila anda tidak bertanya sama sekali. Maksud saya, anda melakukan pencarian sendiri.

Tapi, benarkah sosok paling sukses seperti Warren Buffett menggunakan saran atau pendapat orang lain untuk investasinya di pasar saham? Saya tidak yakin!

"Pasar tidak memaafkan mereka yang tidak tahu apa yang mereka lakukan," kata Buffett. Kata-kata itu sudah lama dilontarkan Buffett untuk memberi saran bagi siapa saja yang ingin membeli saham. Dia menyarankan agar pelaku pasar saham mau mempelajari terlebih dahulu saham apa yang akan dibeli. Sebab dengan demikian, dia akan mengetahui seluk beluk perusahaannya. Dengan demikian, kondisi akan berubah dari tidak tahu menjadi tahu.

Sebagai penutup, saya ingin sampaikan hal penting kepada anda. Lebih tepatnya bagi uang anda. Tentu saja anda ingin uang anda tumbuh di pasar saham. Ya, TUMBUH KONSISTEN. Hanya pertumbuhan yang konsisten yang akan membawa anda berhasil di pasar saham. Nah, apabila mereka yang telah terbukti sukses membagikan caranya untuk sukses, masih maukah anda menggantungkan keputusan terhadap uang anda hanya dengan mengandalkan orang lain? Saya tak yakin itu akan membawa anda jauh melangkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…