Langsung ke konten utama

Mr. Market Selalu Bilang "Ya" Tentang Harga Saham

www.yekti-sulistiyo.com

Saya suka sekali dengan kisah fiktif yang diutarakan di buku The Intelligent Investor. Begini kira-kira kisahnya.

Bayangkan anda memiliki sebagian kecil saham di perusahaan private yang anda beli seharga $1000. Teman anda, sebut saja Mr. Market, bilang bahwa dirinya ingin membantu anda. 

Malah terlihat ingin sekali membantu. Setiap hari Mr. Market memberitahu anda tentang berbagai hal dari sudut pandangnya. 

Pendapatnya mulai dari nilai saham anda, dan sebagainya. Kadang kala idenya logis dan dapat anda terima dengan mudah karena sesuai dengan perkembangan perusahaan yang telah anda beli sahamnya. 

Anda pun sebenarnya sudah tahu hal itu. Pada waktu yang lain lagi, kadang ide Mr. Market ini terbilang konyol (itu pun apabila anda keberatan bilang tolol, karena terlalu kasar). 

Dia ajukan angka yang sangat sulit diterima akal sehat tentang nilai saham itu.

Kondisi Pasar saat ini pun masih saja relevan dengan sekelumit kisah diatas.

Ya, kisah Mr. Market yang brilian, atau malah 'brilian' yang keterlaluan. Apakah saya mau mempertaruhkan segalanya hanya dengan mendengarkan Mr. Market yang labil?

Oh, tidak! Saya tentu saja lebih suka membaca beberapa lembar laporan perusahaan daripada mendengar Mr. Market yang labil.

Para pakar mengomentari kisah Mr. Market yang dibuat Benjamin Graham itu sebagai satu metafora atau analogi yang luar biasa bermanfaat dalam menggambarkan pasar saham.

Mr. Market ketika berada dalam kondisi logis, dapat menyampaikan hal-hal yang masuk akal. Akan tetapi ketika gila kambuhannya tiba, tak bisa memberi anda informasi yang masuk akal.

Ketika gembira, Mr. Market akan terus saja membeli meski harga saham telah melambung tinggi melampaui nilai wajarnya.

Sebaliknya, saat sedang sedih, Mr. Market berprilaku sebaliknya.

Dia terus saja menjual, menjual dan menjual; meskipun harga saham sudah sangat murah, jauh beberapa kali dibawah nilai wajarnya.

Sejenak mari kita tenangkan diri agar dapat menangkap peluang dari situasi yang sepertinya akan terus ada dan berulang-ulang ini.

Fakta di Pasar Saham

#Fakta 1

Tentu anda masih ingat harga minyak beberapa tahun terakhir. Saat harga minyak tinggi, tembus diatas $100 per barel, saham BRPT jatuh. Rendah sekali.

Kemudian harga minyak drop hingga menyentuh kisaran $30 per barel.

Kini kisarannya $50-$60. Saham BRPT naik, tapi naiknya sangat tinggi sekali, seolah sama dengan situasi saat Mr. Market sedang senang.

#Fakta 2

SMBR yang produksinya sekitar 2 juta ton semen per tahun, harga sahamnya naik terus.

Dalam 3 tahun terakhir, RTI mencatat kenaikan harga saham SMBR telah menyentuh angka fantastis, 632%...! Apakah memang nilai saham SMBR layak dihargai begitu mahal?

Apabila Mr. Market yang anda tanya, kapan pun, maka dia akan selalu menjawab "Ya".

#Fakta 3

PGAS yang baru-baru ini begitu masif menyedot perhatian, mungkin bukan anda, terus saja turun sebab regulasi pemerintah terkait harga gas.

#Fakta 4 dan seterusnya

Silakan anda tambahkan fakta lain yang anda punya.(*)

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…