Langsung ke konten utama

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

pengertian der debt to equity ratio, der adalah, debt to equity ratio adalah
Rumus debt to equity ratio

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?

  1. DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  
  2. DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.
  3. Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan beroperasi dengan ditopang hutang dari kreditor.Padahal sebaiknya perusahaan yang baik itu dapat beroperasi normal, meskipun memanfaatkan sumber keuangannya sendiri. 
  4. Pemberi pinjaman dan juga Investor di pasar saham umumnya mempertimbangkan saham dengan DER yang rendah. Alasannya tentu agar kepentingannya berinvestasi lebih terlindungi dari potensi tergerusnya keuntungan karena kewajiban yang harus dibayar. 
  5. Perusahaan yang memiliki DER yang tinggi sering kali kesulitan memperoleh suntikan dana pinjaman dari para kreditor.
  6. Dari sekian kasus di dunia ini, sebab perusahaan tutup paling dominan karena gagal bayar atas kewajiban-kewajiban yang musti dibayarkan alias default.
  7. Perusahaan yang melampaui ambang tertentu yang ditentukan oleh DSN, dapat dikeluarkan dari Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
nilai der, rumus der, der adalah, pengertian der
Menghitung nilai DER

Bagaimana perhitungan DER?

Debt to Equity Ratio (DER) dihitung dari total debt atau hutang (Liabilities) dibagi dengan ekuitas (equity). Dibawah ini adalah rumus Debt to Equity Ratio (DER).

Rumus Debt to Equity Ratio (DER)

DER = Liabilities / Equity  
Liabilities = jumlah total hutang yang musti dibayar dalam periode yang telah ditentukan.
Equity = jumlah total ekuitas perusahaan
Hutang atau kewajiban (Liabilities) tentu saja kewajiban yang harus dibayarkan secara tunai ke pihak lain dalam jangka waktu tertentu.

Ada jangka waktu yang pendek atau kewajiban lancar, ada pula jangka waktu yang panjang atau kewajiban tidak lancar.

Sedangkan ekuitas yaitu hak milik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih. Sederhananya, ekuitas adalah asset total dikurangi kewajiban total.

Menganalisa Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to Equity Ratio (DER) yang dikategorikan wajar nilainya kurang dari 100% atau kurang dari 1 kali. Maksudnya, nilai hutang tidak lebih besar dari nilai ekuitas.

Namun demikian, kenyataan di pasar modal Indonesia, masing-masing industry memiliki karakteristik berbeda-beda. Ada kalanya teori ini sesuai. Namun ada kalanya teori ini tidak sesuai.

Umumnya, perusahaan yang memiliki Debt to Equity Ratio 1,5 – 2 masih dapat dianggap wajar. Ini terjadi karena pada sektor industry tersebut DER rata-rata tidak lagi dibawah 1 kali.

Apalagi perusahaan-perusahaan yang dihitung merupakan perusahaan yang besar.

Tapi bagi perusahan yang masih kecil, misalnya nilainya dibawah Rp 5 trilyun, nilai DER 1,5 – 2 bisa saja masuk kategori tidak wajar.
der adalah, pengertian der, rasio hutang, rumus der
Hutang banyak kok wajar?!
DER yang tinggi pun mampu mengindikasikan bahwa perusahaan tidak dapat menghasilkan keuntungan yang menarik; termasuk untuk membayar kewajibannya.

Disisi yang lain, DER yang rendah pun sebenarnya juga dapat dianggap tidak memanfaatkan peningkatan profit dengan baik.

Oleh sebab itu, bagi penganut analisa fundamental, tak bisa disangkal lagi bahwa indicator Debt to Equity Ratio (DER) merupakan satu hal yang tak bisa dikesampingkan.

Demikian ulasannya tentang Pengertian Debt to Equity Ratio (DER). Ini masih sangat erat kaitannya dengan Pengertian Earning per Share atau EPS.

Seberapa pun earning yang dihasilkan, akan tergerus bila beban hutang diatas normal.

Selain EPS, ulasan tentang DER ini juga memiliki kaitan erat dengan Pengertian PE Ratio atau Price to Earning Ratio (PER). Silakan dipahami dan semoga bisa bermanfaat bagi anda.

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…