Langsung ke konten utama

Pengertian Earning Per Share atau EPS

menghitung earning per share

Pengertian Earning Per Share (EPS)


Pengertian rumus EPS adalah rasio perhitungan yang digunakan untuk menunjukkan besar earning atau keuntungan yang diperoleh dari setiap lembar saham yang ada. Semakin besar nilai EPS, semakin bagus kinerja perusahaan. Tapi belum tentu harga sahamnya naik terus. Dalam menilai sebuah saham yang layak dibeli atau tidak, sering kali investor atau trader fokus pada earning perusahaan penerbit saham sebagai salah satu indikator analisanya.

Rumus EPS


EPS = earning / share.
Earning = total pendapatan
Share = total jumlah saham beredar
Disini ada beberapa pendapat para ahli tentang EPS, diantaranya:
  1. Earning per share, juga disebut laba bersih per saham, adalah jumlah pendapatan yang diterima per setiap lembar saham biasa yang beredar perusahaan.
  2. Earning Per Share (EPS) merupakan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk tiap lembar saham yang beredar.
  3. Earning Per Share (EPS) adalah ratio yang menunjukkan seberapa besar keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per lembar saham.
  4. Selanjutnya Syamsudin (2004:136) mengatakan bahwa pada umumnya para pemegang saham tertarik dengan Earning Per Share (EPS) yang besar karena hal tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan perusahaan.
  5. Earning per share adalah laba bersih setelah pajak dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar.”
  6. Pendapatan per lembar saham adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk tiap lembar saham yang beredar.”
  7. Earning Per Share adalah ratio yang menunjukkan besar keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham. Perhitungannya dengan cara membagi laba bersih setelah pajak dengan jumlah saham biasa yang beredar. Earning per share (EPS) dapat dijadikan sebagai indikator tingkat nilai perusahaan. Earning Per Share (EPS) juga merupakan salah satu cara untuk mengukur keberhasilan dalam mencapai keuntungan bagi para pemiliki saham dalam perusahaan.

Earnings yang dimaksud ini adalah profit yang dihasilkan perusahaan  penerbit saham dalam periode tertentu. Investor tentu mengharapkan perusahaan yang menghasilkan earning positif. Jika earning per periode naik, maka kecenderungan harga saham perusahaan tersebut juga akan naik. Begitulah teori sederhananya.

Kenapa EPS Penting?

Jumlah valid dari laba bersih sangat sulit dipakai untuk mengevaluasi earning perusahaan. Hal ini terjadi karena jumlah modal yang mengalami banyak perubahan dalam perjalanannya. Untuk kasus seperti itu earning perusahaan dapat dinyatakan dengan laba per lembar sahm (EPS).

Earning Per Share (EPS) merupakan komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis perusahaan. Informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan untuk semua pemegang saham perusahaan. Earning per share juga dianggap garis bawah untuk menunjukkan nilai dari semua item pada laporan laba rugi.

Investor di pasar saham sering tertarik dengan EPS karena beberapa alasan. Utamanya untuk mengukur kinerja perusahaan penerbit saham memperoleh earning dengan modal yang dimilikinya. Jelas saja perusahaan yang mempunyai modal lebih kecil tapi mampu menghasilkan earning lebih besar menjadi dambaan bukan hanya pemegang saham, tapi juga perusahaan itu sendiri, bukan? Lebih jauh lagi, apabila memiliki stabilitas EPS yang kuat, menjadi signal positif bagi keberlangsungan bisnis perusahaan di masa depan.

Para ahli juga sepakat mengatakan bahwa salah satu indikator kesuksesan dari kinerja perusahaan adalah EPS ini. Singkatnya disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai EPS tentu saja akan semakin menyenangkan semua pihak terkait.

Karena diyakini menjadi salah satu indikator keberhasilan perusahaan serta mempengaruhi proyeksi di masa yang akan datang, maka EPS layak dicari tahu dan dijadikan pertimbangan bagi para investor dalam berinvestasi.

Tujuan perhitungan Earning Per Share (EPS) itu untuk melihat progres dari operasi perusahaan, menentukan harga saham, dan menentukan besarnya dividen yang akan dibagikan.  

Namun, investor yang bijak tidak semata-mata menjadikan EPS sebagai indikator tunggal dalam mengambil keputusan. Perlu dikombinasikan dengan indikator-indikator yang cocok dengan style kepribadiannya.

Jadi, earning per share (EPS) diyakini dapat menunjukan kemampuan perusahaan penerbit saham dalam memperoleh laba, sekaligus kemudian mendistribusikan laba yang diraih itu kepada share holder.

Darimana Data EPS itu Muncul?

Nilai Earning Per Share (EPS) dapat diketahui dari data-data laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan secara periodik. Dari laporan keuangan perusahaan ini dapat dilakukan perhitungan earning per share-nya.

Earning per share (EPS) itu sangat berguna bagi pihak luar perusahaan. Prinsipnya, EPS ini merupakan informasi internal perusahaan yang dikeluarkan agar pihak luar perusahaan yang membutuhkan informasi tentang hal ini dapat mengetahuinya. Jadi, pihak luar perusahaan akan tahu setelah laporan dirilis dan diserahkan ke otoritas (BEI).

Investor yang fast respons akan segera mengunduh data laporan tersebut dan menganalisanya. Biasanya perhitungan EPS menjadi salah satu indikator favorit para investor. Kenapa demikian? Karena investor yang cermat akan mengkomparasikan dengan kinerja perusahaan lain dalam satu sector yang sama. Barulah dirinya mengambil keputusan investasi.

Hasil penelitian para ahli menyebutkan bahwa informasi terpenting bagi investor dan analisis sekuritas adalah memperoleh data earning per share. Bila perlu menambahkan pendapat tersebut, sepertinya waktu memperoleh informasi tersebut lebih penting lagi. Jangan sampai informasi yang sudah basi yang menjadi acuan.

Apa Pengaruhnya EPS yang Besar atau Kecil?

Selain mempengaruhi keputusan dalam pembagian dividen, earning per share (EPS) akan mampu menunjukan tingkat kesejahteraan perusahaan. Maksudnya begini, semakin tinggi earning per share (EPS) yang dibagikan kepada para investor, mungkin sebagai dividen, semakin menandakan perusahaan itu mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang tinggi pula. Pun sebaliknya, semakin rendah earning per share (EPS) yang dibagikan, semakin rendah pula kesejahteraannya.

Praktik di Lapangannya bagaimana?

Penilaian earning per share umumnya berupa perbandingan data earning pada periode sebelumnya. Sebuah perusahaan yang menerbitkan saham mengalami kerugian pada periode sebelumnya, belum tentu harga sahamnya lantas turun. Apalagi jika para investor memiliki trust dengan perbaikan bisnis perusahaan. Jadi, selain actual earning yang dilaporkan di laporan keuangan, ada juga expectation earning yang sering kali menjadi pertimbangan bagi masa depan.

Faktanya, ada perusahaan yang actual earning bagus tapi harga saham malah turun. Ini terjadi karena expectation earning tidak sesuai dengan harapan. Sebaliknya, ada perusahaan yang actual earningnya tidak begitu baik, tapi karena ada consensus yang menunjukkan bahwa prospek bisnisnya akan membaik, harga sahamnya malah naik.

Tips

·         EPS bukan satu-satunya indikator berinvestasi.

·         EPS bermanfaat untuk komparasi perusahaan pada bidang industri yang sama

·         Nilai EPS tidak langsung mengisyaratkan saham layak untuk dibeli atau tidak

·         Nilai EPS bukan menjelaskan pandangan pasar terhadap saham tersebut

·         Indikator Pengertian Pengertian Price to Earning ratio (PE Ratio) cocok dikombinasikan dengan EPS

Demikian ulasan tentang Pengertian Earning Per Share atau EPS, semoga bermanfaat. Silakan share, gratis!

Wajib baca Pengertian PE Ratio!

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…