Langsung ke konten utama

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia

Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk sukses.

Hanya saja pada umumnya orang butuh motivasi mengalahkan rasa mualnya. Maksud saya, mualasnya. Rasa mualas belajar, tentu saja.

Bukan ilmu yang seharusnya mendatangimu, tapi kamu yang seharusnya mendatangi ilmu.

Rasa malas sering kali menjadi tirai penghalang bagi orang dalam meraih keberhasilan atas usaha-usahanya.

Sebaliknya, siapa yang mampu mengalahkan rasa malas dalam belajar, termasuk belajar dunia pasar modal, tentu sangat mungkin dapat mencapai hal-hal yang diharapkannya.

Lo Kheng Hong

Lo Keng Hong saham investasi
Lo Kheng Hong

Di Indonesia ada investor sukses di pasar saham. Namanya Lo Kheng Hong. Dia investor ritel yang  memiliki saham yang nilainya sekitar Rp 2.5 Triliyun pada tahun 2012.

Mungkin saja hari ini tambah besar. Saya pernah menghadiri investor summit di Surabaya saat Lo Kheng Hong menjadi pembicaranya. Dari pemaparan yang sampaikan, saya masih ingat tentang kiat-kiat sukses di pasar saham. Yaitu : belajar! Daripada trading saham, dirinya mengaku lebih suka investasi saham jangka panjang.

Apa yang dipelajari? Saya menangkapnya seperti ini. Pertama, manajemen perusahaan yang anda beli sahamnya. Mereka harus jujur, profesional, berintegritas, dan dikagumi. Jangan sampai ada eksekutif perusahaan di jajaran manajemen tersangkut kasus hukum.

Tips Ala Lo Kheng Hong

Selain manajemen, masa depan bisnis juga penting diperhatikan. Cara paling cepat melihatnya adalah dengan menoleh ke belakang. Maksudnya melihat kinerja 10 atau 5 tahun terakhir. Bila kinerjanya cemerlang, biasanya 10 atau 5 tahun ke depan, juga cemerlang. Ini dapat menjadi semacam jaminan bahwa perusahaan mampu tumbuh dalam jangka waktu yang panjang.

Labanya besar. Tentu saja ini mutlak bagi anda yang ingin membeli saham untuk jangka menengah panjang. Ini mengacu pada hitungan profit margin dan ROE (return of equity). Lalu hitung juga PER (price to earning ratio) dan PBV (price to Book Value). Bandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang bidang bisnisnya sama atau menyerupai. Pilih saham perusahaan yang hitungannya paling menarik bagi anda.

Saya juga ingat, Lo Kheng Hong mengajarkan RTI. Reading, Thinking, Investing. Baginya, tiada hari tanpa membaca. Dirinya juga terus berpikir tentang investasi dengan penuh ketenangan.

Aab Abdullah : Driver Taksi Saja Bisa Untung Besar di Investasi Saham


aab abdullah trading saham indonesia
Aab Abdullah

Seorang supir taksi saja bisa investasi saham dan meraih keuntungan yang super jumbo. Ini terjadi pada Aab Abdullah. Supir taksi ini senang bukan kepalang, karena ketekunannya mengikuti bimbingan-bimbingan trading saham bisa membuahkan hasil. Dia yang fokus melihat perkembangan pasar saham membantunya bisa untung besar dari investasinya di pasar saham.

Rp 3 juta, jadi Rp 180 juta!

Dalam waktu satu setengah tahun, disebutkan bahwa Aab dapat menuai pertumbuhan investasinya dari yang awalnya hanya Rp 3 juta menjadi Rp 180 juta. Aab yang menjadi sopir taksi sejak 2011 ini biasa menunggu penumpang di sekitaran kantor Bursa Efek Indonesia (BEI). Aab juga menyebutkan bahwa dirinya tertarik dengan hal-hal seputar pasar saham, termasuk spanduk yang mencolok ‘Yuk Nabung Saham!’ Inilah yang mendorong Aab untuk mulai mendalami bidang pengetahuan seputar pasar saham.

Aab mengaku memulai membeli saham di salah satu emiten BUMN. Saham pertama yang dibeli Aab adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dia memborong saham WIKA yang kemudian terus merah selama tiga pekan. Aab menahan investasinya saat saham berwarna merah. Benar saja, beberapa waktu kemudian saham WIKA menghijau. Dirinya ingin menjual saham WIKA. Tapi, dia disarankan untuk menahan sementara waktu lagi. Akhirnya dia mendapatkan keuntungan cukup besar dari saham WIKA. Dari saham WIKA itu, dia mendapatkan profit Rp300.000 dari modalnya Rp 3 juta.

Ada pelajaran yang Aab bagikan bagi anda. ‘Merah Tahan, Hijau Jual’. Sederhana diucapkan, namun tak banyak yang mampu disiplin menerapkannya seperti Aab. Dia begitu teguh memegang kunci di pasar saham tersebut. Dirinya bisa demikian disiplin karena berpedoman bahwa apabila saham yang dibeli turun, dia harus mengamati karena kinerja perusahaan dan sentimen pasar.

3 hari bisa profit Rp 11 juta

Apabila kinerjanya baik, tapi sentimen pasar negatif, biasanya turun hanya beberapa waktu. Namun seiring sentiment mereda, maka harga saham tersebut akan kembali naik, bahkan lebih tinggi dari harga saham saat beli dulu. “Keuntungan pertama Rp 300 ribu dalam tiga Minggu,” ucap Aab.
Seiring bertambahnya pengetahuan, Aab menambah investasi untuk membeli beberapa saham lain. Karena bisa melihat risiko dan juga peluang di pasar saham dengan baik, dirinya dapat meraup untung yang lumayan besar, meski awalnya hanya bermodal Rp 3 juta saja. Bahkan pernah suatu ketika Aab profit saham sebesar Rp 11 juta dalam kurun tiga hari.

Kuncinya Fokus dan Mau Belajar

Menurut Aab, trading saham itu mudah, asal fokus dan sering ikut kelas trading maka bisa berhasil. Dan  kalau sudah investasi saham, jangan cepat diambil dan dipakai untuk kebutuhan lain. Kalau sudah investasi, investasi saja.

Suherman, Satpam yang Sukses di Pasar Saham

suherman trading saham sukses
Suherman

Satpam asal Bandung, Suherman menjadi investor individu yang sukses. Suherman tertarik dengan pasar saham sejak 2008. Awalnya dia penasaran lalu mencari tahu apa itu saham. Akhirnya Suherman belajar cara investasi saham. Dia belajar dari buku-buku dan internet yang menerangkan tentang pasar saham. Kemudian, pada 2011, dia memutuskan untuk membuka akun pasar saham di Mandiri Sekuritas. Dia mengawali investasi di pasar saham dengan modal Rp7 juta.

3 Hari Profit Rp 2 juta saham ANTM

Suherman mengisahkan bahwa pertama dulu dengan Rp 7 juta, dirinya beli saham semen dan konstruksi. Dia juga mengaku pernah profit Rp 2 juta dalam 3 hari saat membeli saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Suherman memborong saham ANTM sampai Rp 8 juta. Dalam waktu 3 hari, ternyata sudah untung. Portofolio saham yang dimilikinya kini berkembang pesat. Jumlahnya naik berkali-kali lipat. Padahal dia hampir setiap bulan mencairkan dana dari rekening nasabahnya, dipakai untuk keperluan sehari-hari.

60% Tabungan Saham, 40% Trading Saham

Menurut Suherman, investasi di pasar modal itu tidak perlu takut. Investasi saham dinilai memberikan kesejahteraan di masa depan, investor individu seperti dia pasti akan mendapatkan berkahnya bila terus belajar berinvestasi. Suherman terbilang blak-blakan membuka portofolio miliknya. 60% buat tabungan, 40% buat trading saham.

Demikian beberapa kisah menarik tentang Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi. Mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kita semua. Silakan share, gratis!

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…