Langsung ke konten utama

Value Investing, Membeli Hanya Saat Pasar Saham Kacau

value investing saat pasar saham kacau
Value investing memberikan peluang kesuksesan berinvestasi di pasar saham

Value Investing, Membeli Hanya Saat Pasar Saham Kacau - Semua investor sukses menemukan value investing hanya dalam kondisi pasar saham yang kacau.

Seolah kekacauan yang dirasakan oleh mayoritas pelaku pasar saham tak pernah dirasakan oleh mereka para investor ulung.

Alih-alih mengikuti pasar yang panik, mereka justru menunggu kondisi pasar panik tiba.

Bila kondisi tersebut tiba, mereka dengan kepercayaan diri yang tinggi langsung masuk ke pasar secara masif.

Bedanya Value Investor dan Newbie

Tentu saja prilaku para value investor yang hanya menunggu pasar saham kacau ini sulit ditemukan pada diri para pelaku yang jam terbangnya masih minim.

Para pelaku pasar saham yang memiliki jam terbang minim, tak bisa disangkal lagi, sering terombang-ambing oleh keadaan pasar yang tidak menentu.

Ada kabar apapun yang didengar, langsung saja disimpulkan akan mempengaruhi pasar saham menurut logikanya yang masih dangkal pengalaman.

Hal ini berbeda sekali dengan kebiasaan para value investor yang hanya memperlakukan harga wajar saham berdasar konsep value investing yang sudah sangat terkenal itu.

Seorang pakar value investing, John Templeton, menemukan ratusan kali lipat harga sahamnya tumbuh setelah menunggu selama empat tahun.

Mulanya, dirinya hanya mau membeli ketika kondisi pasar sangat kacau. “Berinvestasilah saat pesimisme berada di titik puncak,” ujar Tempeton.

Satu ungkapan kalimat yang begitu mudah diucapkan, tapi butuh nyali yang kuat untuk mengeksekusinya.

value investing john templeton

Value Investing menghendaki perusahaan yang sangat bagus

Ciri-ciri perusahaan yang sangat bagus

perusahaan yang baik
Perusahaan yang baik harga sahamnya juga baik

Histori pendapatan dan pertumbuhan kas yang konsisten

Bila menelisik laporan keuangan perusahaan, maka anda akan menemukan bagian paling menarik¬¬, yaitu profit perusahaan.

Tak bisa disangkal lagi, masa depan perusahaan cenderung terus terjaga apabila profitnya terus terjaga. Tentu saja ini sesuai dengan konsep yang dikehendaki didalam value investing. 

Apabila mau sedikit lebih meluangkan waktu, pengamatan terhadap profit perusahaan-perusahaan yang sahamnya bebas dijual belikan di pasar saham, anda akan menemukan laporan-laporan keuangan yang terus menerrus cemerlang.

Di saat yang bersamaan, anda juga dapat menemukan laporan-laporan keuangan perusahaan yang tidak cemerlang.

Perusahaan-perusahaan yang laporannya moncer, umumnya memiliki ciri :

  • merek dagang yang kuat, 
  • hak paten yang sulit ditandingi, 
  • skala yang luas, 
  • cenderung menguasai pasar atau monopoli, 
  • jaringan yang kuat, 
  • hutang jangka panjang sedikit atau dibawah tiga kali pendapatan bersih, 
  • ROE tinggi diatas 15%, 
  • cashflow yang positif, 
  • serta manajemen yang mau memiliki sebagian saham perusahaan.  
Saham juga ada diskon loh...

Saham diskon

Lazimnya, harga saham perusahaan-perusahaan yang sangat bagus itu cukup tinggi. Itu apabila kita bicara kondisi normal.

Faktanya, fluktuasi di pasar saham itu sering terjadi secara dinamis.

Nah, fluktuasi inilah yang dimanfaatkan para value investor untuk menyerok saham-saham perusahaan tersebut saat harganya salah.

Situasi pasar yang rentan dengan gejolak isu-isu local maupun internasional, sering kali memunculkan kekhawatiran para investor yang sebelumnya telah mengempit saham-saham perusahaan yang bagus.

Ketika kabar buruk tiba, dan kabar buruk ini sering kali sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan, sering kali menggoyahkan pemilik saham untuk melepas sahamnya. Agak unik memang.

Saya sendiri sangat suka mengamati saham-saham yang bahkan bisa sampai minus 70% dari harga puncaknya 5 tahun terakhir.

Padahal laporan keuangan perusahaan tersebut terus-menerus positif.

Bukankah ini peluang bagi anda yang suka dengan value investing pasar modal Indonesia?

Contoh saham WSBP

Fakta Pasar

Perhatikan chart saham WSBP diatas. Terlihat harga tertingginya 31 Oktober 2016, berada di harga 645. Lalu pada 11 Oktober 2017, berada di harga terendahnya yaitu 336.

Padahal apabila anda meneliti laporan keuangan saham PT Waskita Beton Precast Tbk ini, anda akan mendapati laporan yang positif.
data wsbp

Dari 2014 hingga pertengahan 2017 lalu, kondisi finansial saham WSBP begitu menarik, bukan?

Rupanya situasi inilah yang kemudian mulai mengangkat harga saham WSBP sejak titik terendahnya di 336.

Peluang Akan Terulang di Tempat Berbeda

Uraian diatas, tentu saja hanya sekelumit informasi dari lantai Bursa Saham Indonesia.

Tentu saja ada banyak sekali dinamika lain yang mungkin lebih memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin mendulang keuntungan berinvestasi dengan menerapkan konsep value investing.

Bagi anda yang baru mulai, jangan pernah berhenti mempelajari jalan-jalan investasi yang sedang anda rintis. bagi yang sudah lama, tapi belum juga menemukan jalan sebagai value investor, tetap jaga semangat.

Barangkali sebentar lagi anda kan tiba disana.

Ini saja, Silakan share artikel ini. Gratis....

Referensi :
  1. Financial Report Semester I WSBP - 2017, http://www.web.waskitaprecast.co.id/en/investor-relations/financial-information/annual-report/296-financial-report-semester-i-wsbp-2017, diakses pada 7 Februari 2018.
  2. SIR JOHN TEMPLETON 1912-2008, https://www.templeton.org/about/sir-john, diakses pada 7 Februari 2018



Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…