Langsung ke konten utama

Saham AKRA Terus Turun, Ada Peluang Jangka Panjang?

SAHAM AKRA

Perhatikan chart saham AKRA diatas! Sejak akhir 2017 sampai Agustus 2018 ini, terus saja menukik tajam. Sempat berada di atas 8000, hari ini dihargai 3730. Ada apa?

AKR Corporindo Tbk yang listing sejak oktober 1994, memiliki bisnis yang terbilang erat kaitannya dengan bidang distribusi BBM.

Dari 135 SPBU milik AKRA, menyalurkan BBM bersubsidi. Tapi sayangnya tak sinkron dengan kebijakan pemerintah yang dalam tiga - empat tahun ini memangkas subsidi BBM.

Situasi yang berbeda terjadi ketika BBM subsidi sangat tinggi pada pemerintahan sebelumnya.

Menjawab hal ini, AKRA siap membuka 30 SPBU baru untuk penyaluran BBM non subsidi. Caranya, join venture dengan BP.

Proyeksi pendapatan dari bisnis sektor ritel BBM ini 25% dari pendapatan. Meskipun jangka panjang diharapkan bisa 50%.

Kabarnya, bisnis kawasan industri JIIPE milik AKRA juga mulai menggeliat. Per Juni 2018, telah ada 8 perusahaan yang berada disana.

Malah kabarnya sudah ada 30 perusahaan yang akan join. Tapi harus dipahami, bahwa akan join tentu berbeda dengan telah join.

Ini tentu dapat dicek padi laporan keuangan AKRA. Perbandingan pemasukan dari penjualan kawasan industri tahun ini beda jauh dari tahun lalu.

Hingga bulan Juni 2018, pendapatan dari kawasan industri hanya menraih Rp7,73 miliar. 

Kontras sekali dengan periode yang sama tahun lalu. Semester pertama 2017 penjualannya mencapai Rp401,39 miliar.


Divestasi yang dilakukan AKRA pun ternyata mendapat respon negatif dari para investor. Ini dapat dilihat dari terus menurunnya saham AKRA sampai angka 3700 an.

Nah, berbagai hal yang ditengarai kurang mendukung minat investor diatas, telah membawa harga saham AKRA menukik tajam. 

Seberapa jauh harga saham AKRA akan turun? 

Sepertinya penurunan lebih dari 50% dalam setahun ini belum akan berhenti apabila investor belum menangkap hal yang meyakinkan dari para eksekutif AKRA.

Layak ditunggu tindakan yang dapat meyakinkan investor dari eksekutif untuk membuat bisnis AKRA kembali bergairah. Saat itulah, maka saham AKRA dipastikan akan kembali rebound.



Salam

www.yekti-sulistiyo.com

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) - Debt to Equity Ratio (DER) adalah perhitungan rasio keuangan yang menunjukan perbandingan antara equity dan debt.

Satuannya sering disebutkan dalam persen (%) atau ‘kali’. Debt to Equity Ratio ini sering disebut leverage ratio karena dapat diasumsikan untuk mengukur keberhasilan investasi suatu perusahaan.

Secara teori, DER yang lebih dari 100% termasuk kurang baik. Semakin besar DER beban perusahaan semakin berat, sehingga dapat menghambat laju perusahaan.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan utama dan menjadi indicator kesehatan keuangan perusahaan.

Kenapa DER Penting?DER merupakan ukuran perusahaan melunasi kewajiban atau liability. Apabila kewajibannya sangat besar, maka keuntungan yang masuk, boleh jadi akan tergerus dengan kewajiban yang wajib dibayarkan.  DER ini merupakan idikator utama ketika anda ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan.Meningkatnya nilai DER dalam kurun waktu tertentu menandakan bahwa perusahaan …

Kisah Sukses Trading Saham Indonesia yang Menginspirasi

Sukses trading saham di Indonesia ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Profesi apapun, tak menjadi batasan bagi yang ingin sukses di saham. Banyak kisah yang telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia terkait sukses para trader saham ini.

Kisah-kisah tersebut barangkali saja dapat menjadi inspirasi bagi anda yang butuh motivasi terkait pemahaman tentang dunia pasar modal, terutama dunia tentang saham.

Kisah-kisah Sukses Investor yang Trading Saham Indonesia Kisah-kisah yang akan diulas disini, selain membicarakan keberhasilan para pelaku trading saham maupun pelaku investasi di pasar saham, juga membicarakan tentang upaya-upaya lebih baik dari pada kebanyakan orang di pasar modal Indonesia.

Semoga kisah-kisah yang disampaikan dapat mendorong minat anda yang membaca Tulisan ini ada untuk mencontoh cara-cara cerdas yang mereka lakukan.

Sukur-sukur di kemudia hari anda dapat melampaui pencapaian mereka saat ini. Saya percaya bahwa siapapun anda, tentu memiliki peluang untuk …

Rumus ROA (Return On Assets) dan Pengertiannya

Mengukur Efek ROA bagi Investasi Saham Rumus ROA (Return On Assets) ini menggambarkan keberhasilan manajemen sebuah perusahaan dalam menghasilkan return laba secara keseluruhan.

Caranya dengan membandingkan return laba sebelum pajak dengan total aset. Rumus ROA ini juga mengambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan.

Semakin besar hasil perhitungan menggunakan rumus ini pada suatu perusahaan, juga semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut.

Artinya semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dari penggunaan aset, baik itu asset yang berupa ekuitas maupun asset yang berupa liabilitas.


Sebaliknya, semakin kecil rasio perhitungan ini, dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan manajemen perusahaan.

Maksudnya dalam hal mengelola assets perusahaan untuk meningkatkan earning, sekaligus menekan cost pengeluaran.

Hasil perhitungan rumus ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dar…