Tahu Analisis Teknikal Saham agar Profit Maksimal

Analisis teknikal menggunakan pendekatan pada pola-pola pergerakan harga saham dari waktu ke waktu. Trader-trader yang menggunakan analisa teknikal

Analisis teknikal menggunakan pendekatan pada pola-pola pergerakan harga saham dari waktu ke waktu. Teknik ini mengabaikan perhitungan fundamental seperti Rumus PER, DER, ROE, ROA, PBVS, dan berbagainya.

Trader-trader yang menggunakan analisa teknikal cenderung memiliki kepercayaan bahwa pergerakan harga saham memiliki siklus pengulangan dalam periode tertentu. 

Umumnya trader saham yang menganut analisa ini mengabaikan analisa fundamental.

Saham-saham memiliki perubahan harga yang berubah secara dinamis. Dengan mengetahui dan memahami pola-pola pergerakan harga saham yang terjadi di masa lalu, trader saham berharap dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga saham di masa yang akan datang.

Meskipun sebenarnya semua orang sepakat bahwa masa depan tak seorang pun yang tahu, teknik analisa harga saham model ini memunculkan segudang ilmu tentang analisa teknikal dan terus berkembang.

Perkembangannya tentu saja didukung dengan kesuksesan yang berhasil diraih oleh para trader yang meraih profit dalam jumlah yang fantastis.

Pendapat ahli pasar saham tentang Analisis Teknikal

Para ilmuwan di bidang pasar saham, berpendapat bahwa analisa teknikal terjadi karena beberapa dasar.

Menurut Levi, Nilai pasar ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran. Interaksi permintaan dan penawaran ini ditentukan oleh berbagai faktor, baik yang rasional maupun yang tidak rasional.

Tentu kita semua pernah mendengar bahwa ada bunga jenis tertentu yang pernah dihargai hingga puluhan juta. Hal ini terjadi karena ada permintaan dan penawaran; yang mungkin menurut sebagian orang termasuk hal yang tak masuk akal.

Lalu ada demam batu akik, atau love bird yang harganya milyaran.

Saham pun demikian. Harga saham dan nilai pasar secara keseluruhan cenderung bergerak dalam tren selama jangka waktu tertentu. Tren tersebut berubah-ubah sebab adanya permintaan dan penawaran.

Meraih untung dengan analisa teknikal, bisa?

Para analis teknikal percaya bahwa trader saham akan bisa memperoleh abnormal return jika mampu mengakses informasi secara cepat, punya kemampuan analitis yang tinggi dan punya insting yang tajam atas apa yang akan terjadi terhadap harga saham jika ada informasi baru. Misalnya, Timothy Sykes.

Informasi yang dimaksud diatas, sumbernya bisa dari mana saja. Misalnya, bisa dari pengamatan langsung atas akumulasi dan distribusi broker, berita di media masa, pengumuman-pengumuman di BEI, kasak kusuk di medsos, grup telegram, grup WA, gejolak pemilu, atau bahkan dari informasi lain yang sebenarnya secara logika tak ada kaitannya dengan pasar saham.

Pentingnya grafik bagi analis teknikal
Ada 3 jenis grafik yang umum dikenal di kalangan para trader dalam menggambarkan riwayat harga saham.


  1. Line Chart adalah grafik harga saham yang hanya  menampilkan garis  yang  menghubungkan  penutupan harga  saham pada periode  tertentu. 
  2. Bar Chart  menggambarkan  pergerakan harga  dalam suatu periode  tertentu (harga  pembukaan,  tertinggi, terendah  serta penutupan).
  3. Candlestick Chart  menggambarkan  pergerakan harga  dalam suatu periode  tertentu (harga  pembukaan,  tertinggi, terendah  serta penutupan) dan divisualkan dalam bentuk body yang menyerupai lilin.


Diantar ketiga jenis grafik pergerakan harga saham, umumnya para trader menggunakan candlestick chart untuk analisa teknikalnya.

Selain chart, analisa teknikal tak bisa lepas dari tren. Pemahamannya sederhana sekali.

Tren adalah kecenderungan pergerakan harga saham dalam jangka waktu  tertentu (pendek, menengah, panjang).

Tren ini ada 3 macam, up trend (bullish), down trend (bearish), dan mendatar (sideways).

Masih di posisi Support atau sudah di posisi Resistance?

Support Level adalah batasan suatu harga dimana analisa teknikal  mempercayai bahwa di level harga tersebut permintaan saham  akan dibeli.

Biasanya pemilihan support dilakukan dengan menarik  garis horizontal pada titik harga saham terendah, lalu harga kembali  naik.

Resistance Level merupakan kebalikan dari support yaitu batasan dimana analisa teknikal mempercayai bahwa jika harga mencapai level  tersebut maka investor akan menjual sahamnya (garis horizontal  dibuat saat saham mencapai harga tertinggi lalu kemudian berbalik  turun)

Technical Indicator Stochastic Oscilator

Untuk sebagian besar pelaku pasar meyakini bahwa pola trading jangka  pendek bisa dilakukan melihat gejala kenaikan maupun penurunan yang  terjadi pada indikator stochastic.

Perubahan yang lebih cepat dibanding sebagian indikator oscilator  menyebabkan indikator ini memiliki signal yang lebih cepat namun  demikian false signal yang lebih banyak juga tak bisa dihindari.

Cara pengunaan stochastic

Ada dua prinsip yang perlu diketahui
Nilai stochastic di atas 80 dikatakan overbought (kemungkinan akan terjadi perubahan trend menjadi trend bearish).

Nilai stochastic dibawah 20 dikatakan oversold (kemingkinan akan terjadi perubahan trend menjadi trend bullish.

Sinyal beli dan jual juga bisa dilihat dari perpotongan garis merah (%K) dan garis hijau (%D), jika %K memotong %D keatas berarti sinyal beli.

Sedangkan apabila %K memotong %D kebawah berarti sinyal jual.

Technical Indicator Moving Average (MA)

Moving Average (MA) merupakan garis bergelombang yang dibuat untuk menghubungkan riwayat harga rata-rata harian.

Teknikal analis menggunakan garis ini  sebagai indikator,  biasanya teknikal  analis  mengkombinasikan minimal 2 garis MA, dimana signal beli atau jual terlihat  dari perpotongan garis  ini (Crossover). Garis MA ini bisa disesuaikan angkanya sesuai gaya trading masing-masing, atau sesuai jenis saham.

Misalnya setting 1 garis MA pada rentang 5 harian (MA5), dan garis 2 MA pada waktu 12 harian (MA12). Saat garis MA5 memotong keatas garis MA12, disebut dengan golden cross (GC). Pertanda sinyal beli.

Sebaliknya, apabila garis MA5 memotong kebawah garis MA12, disebut death cross (DC). Pertanda sinyal jual. Selama belum muncul GC atau DC, maka sebaiknya tidak melakukan aksi jual atau beli.

MA sangat baik dipakai saat saham sedang berada pada tren tertentu. Baik up trend (bullish) maupun down trend (bearish). Tapi indikator MA akan sulit digunakan dalam kondisi sideways.

Bisa juga dikatakandbahwa Moving Average (MA) adalah salah satu alat analisa teknikal yang menggunakan rata-rata bergerak dengan rentang waktu tertentu dari data harga-harga historis, yang biasanya digunakan untuk harga Penutupan (Close/Settlement).

Bebarapa hal yang menyangkut alat analisa ini:

  • Fungsi utamanya adalah memberikan indikasi bahwa suatu trend telah dimulai, sedang berlangsung atau segera berakhir. 
  • MA yang menggunakan rentang waktu lebih lama dalam trend harga menaik akan berada di bawah MA yang menggunakan rentang waktu lebih singkat. 
  • MA yang menggunakan rentang waktu lebih lama dalam trend harga menurun akan berada di atas MA yang menggunakan rentang waktu lebih singkat 

Technical Indicator  Relative Strenght Index (RSI)

RSI merupakan salah satu indikator yang banyak dipergunakan oleh analis  teknikal untuk menentukan titik balik suatu saham. Baik itu titik balik naik atupun turun.

Tanda yang bisa didapat dari  RSI adalah apabila pergerakkan saham tidak dalam suatu tren.

RSI pada  umumnya ditentukan pada level 30 – 70 poin. Terkadang analis akan melakukan  penyesuaian apabila level tersebut ditembus keatas.

Bila RSI berada di level 30, indikasi oversold.

Bila RSI dilevel 70 indikasi overbought. Pada level 45 – 50 dapat dijadikan range perdagangan jangka pendek.

Bisa untuk melihat support maupun resisten demikian juga divergence positif maupun negatif.

Technical Indicator MACD

MACD merupakan salah satu indikator teknikal yang membantu untuk mengidentifikasi perubahan arah dan memberikan informasi apakah trend yang berlangsung cukup kuat atau tidak.

Cara pakai Technical Indicator MACD

Bollinger Band Merupakan salah satu indicator teknikal yang memiliki tiga garis utama yang bergerak mengikuti rata-rata pergerakan harga sepanjang periode tertentu.

Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah formulasi teknikal analis yang pertama kali dikembangkan oleh Gerald Appel. Bagi banyak pemain pasar, MACD juga dikatakan sebagai salah satu alat analisa yang paling sederhana dan cukup handal digunakan dalam mengambil keputusan selama perdagangan di lantai bursa.

Dibandingkan dengan Moving Average (MA), perbedaannya, dalam analisa MA dapat kita analisa sebagai indikator kenaikan ataupun penurunan harga secara langsung.

Tapi pada analisa yang menggunakan indikator MACD, output yang di hasilkan oleh MA tidaklah langsung dapat di analisa, namun terlebih dahulu, diolah sebelum dijadikan sebuah indikator momentum yang akan mengindikasikan perubahan trend harga.

Technical Indicator Stochastic Oscillator

Stochastic Oscillator adalah sebuah alat analisa yang dikembangkan pertamakali oleh George C. Lane pada akhir 1950-an.

Alat analisa ini adalah salah satu momentum oscillator yang menunjukkan posisi close pada saat ini (current) terhadap posisi close beberapa waktu lalu.

Closing level yang konsisten berada pada kondisi puncak  (peak) mengindikasikan terjadinya accumulation (buying pressure). Tapi sebaliknya closing level yang konsisten berada pada bottom, mengindikasikan terjadinya distribution (selling pressure).

Beberapa informasi yang di hasilkan dari analisa stochastic oscillator ini adalah :

  1. Informasi Overbought/oversold
  2. Indikasi perubahan momentum apabila terjadi crossing
  3. Divergence positif dan divergence negatif

#Bonus Bacaan

Trading Plan 

Trading Plan adalah seperangkat aturan yang mencakup setiap aspek dalam trading. Kita harus memiliki 'sisi' dimana probabilitas keberhasilan mendukung kita.

Trader yang memiliki Trading Plan biasa berada dalam posisi yg lebih baik dibandingkan dengan yg tidak memilikinya.

Berikut ini beberapa kriteria tentang trading plan:

  1. Mengetahui siapa anda dan apa tujuan anda ( Karakter )
  2. Memiliki target atau sasaran
  3. Menentukan time frame
  4. Menentukan alat-alat bantu yg dipergunakan (software dll)
  5. Menyiapkan cara mengendalikan modal / risiko
  6. Strategy yang digunakan
  7. Disiplin


COMMENTS

Nama

AISA,1,AKRA,1,analisia teknikal,2,beton,1,Dasar,3,dasar-dasar saham,10,ekonomi global,1,fundamental,9,Gorengan,1,harga cpo,1,investasi,23,konstruksi,1,medc,1,migas,1,Minyak,1,Newbie,3,precast,1,saham,38,saham bumi,1,saham ITMG,1,semen,1,teori dasar,2,trading saham,3,value investing,10,wsbp,1,
ltr
item
Yekti Sulistiyo: Tahu Analisis Teknikal Saham agar Profit Maksimal
Tahu Analisis Teknikal Saham agar Profit Maksimal
Analisis teknikal menggunakan pendekatan pada pola-pola pergerakan harga saham dari waktu ke waktu. Trader-trader yang menggunakan analisa teknikal
Yekti Sulistiyo
https://www.yekti-sulistiyo.com/2019/01/analisis-teknikal-saham-profit-maksimal.html
https://www.yekti-sulistiyo.com/
https://www.yekti-sulistiyo.com/
https://www.yekti-sulistiyo.com/2019/01/analisis-teknikal-saham-profit-maksimal.html
true
2137033282130323519
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy