Sejarah Java Programming Language


Sejarah Java

Java adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh James Gosling, Mike Sheridan dan Patrick Naughton.

Mulanya mereka ditawari sebuah project oleh SUN Microsystems untuk membuat platform smart-appliance. Ini terjadi pada tahun 1991.

Pada waktu itu lagi ramai-ramainya TV kabel. Mereka memerlukan encoder atau decoder sebagai penopang sistem pada siaran televisi.

Ketiga orang yang disebutkan namanya diatas ini menerima challenge dari SUN Microsystems. Syaratnya, mereka tak mau menggunakan API C++ dan C seperti yang ditawarkan SUN Microsystems. Mereka beranggapan bahwa itu hal itu akan merepotkan.

Malahan, mereka menawarkan pembuatan bahasa pemrograman yang baru. Masukan ini ditanggapi positif oleh SUN Microsystem.

Mereka pun bekerja dan masuk ke sebuah project yang bernama Stealth Project pada tahun itu juga.

Rupanya SUN Microsystem sedang berupaya mengembangkan bahasa pemrograman yang baru juga. Ini seperti hujan bertemu dengan kopi panas; seperti pisang goreng ditambah kopi panas. Pas!

Setelah mereka bertiga masuk project ini, nama Stealth Project ini berganti nama menjadi Green Project. Belum diketahui apa hal yang melandai perubahan nama ini.

Tahun 1992, mereka berhasil membuat bahasa pemrograman yang baru. Mereka mengklaim ini lebih sederhana dari C++ dan C.

Mereka mulai bisa membuat website, Set top box TV, serta browser dari bahasa baru yang mereka berhasil buat ini.

Tapi masalah baru muncul disini. Dari tahun 1992 sampai tahun 1994, bahasa pemrograman ini belum punya nam. Alamak!

Kopi Jawa di Java


Tahun 1994 inilah, mereka berpikir untuk membuat nama bahasa pemrograman yang baru mereka buat ini.

Di sisi lain, nama bahasa pemrograman ini mereka perlukan karena akan ada rilis ke publik. Jadi bahasa pemrograman ini akan dirilis ke publik agar dikenal luas. 

Tentu saja ini akan mengundang orang-orang untuk menggunakan bahasa pemrograman yang mereka temukan ini untuk membangun sesuatu.

Awalnya, ada usulan dipakai nama Green untuk namanya. Tapi dari percakapan mereka, Green tidak jadi dipilih karena mereka berpikir Green lebih cenderung kepada hal-hal yang bersifat penghijauan, alam, atau hal-hal yang bersifat pelestarian alam.

Lalu muncul lagi usulan nama Oak. Nama pohon Oak, akan mereka adaptasi menjadi nama bahasa pemrograman Oak.

Ternyata, ada perusahaan yang sudah menggunakan nama tersebut, yaitu Oak Technology Inc. 

Selang beberapa lama, mereka larut dalam kesulitan memilih nama yang menarik.

Tiba-tiba, pada sebuah momen yang unik, mereka sedang minum kopi, kopi dari Jawa, ada yang nyeletuk, "Kenapa ngga diberi nama Java saja?"

Wow, keren! Namanya unik. Menarik.

Nama ini tak ada kaitannya sama sekali dengan nama Oak Technology Inc, bahasa C++, C, atau penghijauan. Hehehe..

Mereka pun setuju menggunakan nama Java Programming Language, dengan logonya segelas kopi. Kopi dari Jawa. Mantap.

Perkembangan Java Language Programming

Rencana rilis ke publik, ternyata baru terlaksana tahun 1996. 
  1. Tahun 1996 rilis Java 1.0
  2. Tahun 1998 rilis Java SE 1.2
  3. Tahun 1999 rilis Java EE 1.2 (versi EE adalah versi berbayar)
  4. Tahun 2000 rilis Java J2SE 1.3
  5. Tahun 2002 rilis Java 1.4
  6. Tahun 2004 rilis Java J2SE 5
  7. Tahun 2006 rilis Java EE 5
  8. Tahun 2006 rilis Java SE 6
  9. Tahun 2009 rilis Java EE 6
  10. Tahun 2011 rilis Java SE 7
  11. Tahun 2013 rilis Java EE 7
  12. Tahun 2014 rilis Java SE 8
  13. Tahun 2015 rilis Java EE 8
  14. Tahun 2017 rilis Java SE 9
  15. Tahun 2018 rilis Java EE 9

Java EE 9 dilepas Oracle ke Eclipse Foundation dan berganti nama menjadi Jakarta EE. 

Mulai tahun 2009, rilis Java menjadi lebih masif karena pada tahun 2009 inilah Oracle membeli Java dari SUN Microsystem.

Dibawah Oracle, Java berkembang menjadi bahasa pemrograman yang begitu mendominasi. Bahkan pada rilis Java SE 9, bahasa ini dibekali dengan modularization (jigshaw), jshell, concurency update, new garbage collector, HTTP 2.0, sekaligus API update.

Inilah sekilas sejarah Java Language Programming. Unik dan menarik, bukan?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel