Cara membuka rekening saham. Klik disini

Fixed Scientist Kunci Ilmu Bermanfaat

Syariat Islam, meski sedikit, namun bila dibawa ke desa, ilmu tersebut juga bisa diaplikasikan. Jika dibawa ke kota bisa
KH Achmad Hasyim Muzadi
KH Achmad Hasyim Muzadi

Syariat Islam, meski sedikit, namun bila dibawa ke desa, ilmu tersebut juga bisa diaplikasikan. Jika dibawa ke kota bisa, dibawa ke Jawa Timur bisa, dibawa ke Indonesia bisa, bahkan dibawa ke dunia internasional juga bisa. Saya ini ndak pernah belajar ilmu internasional. 

Tapi dari mantik logika, dari fiqh, dan ushul fiqh, ternyata bisa dikontekskan kepada hukum internasional. 

Ada orang membaca fatkhul qorib (nama kitab fiqh), dia paham. Tapi hanya itu saja yang dipahami. Sementara ilmu lain tidak mengerti. Ini tidak baik. Begitu juga sebaliknya, juga kurang baik. Jadi, yang baik itu fixed sciensist. 

Kalau kecerdasan itu tersambung antara kecerdasan rasio, kecerdasan emosi, dan kecerdasa spirit, maka ini nanti akan besar dan bermanfaat untuk sesama. Itulah, mengapa banyak santri yang ilmunya bisa melebihi kiyainya. 

Kenapa tidak? Karena Allah-lah yang memberi bagian kepada masing-masing orang. Tinggal bagaimana kita mengembangkannya, lalu bagaimana kemudian menggunakannya. Jadi ingat! Ibadah itu juga akan sambung dengan ilmu. 

Disitu letaknya, letak saklar link-nya. 

Kecerdasan spiritual yang dibentuk dengan ibadah, bila menyambung dengan ilmu yang dipelajari - dan ilmu itu bisa datang eksternal bisa dari dalam; bisa allama bil qolam, dan bisa alamal insana ma lam ya’ lam - ini mulai menjadikan kita pintar dan tanggung jawab. 

Ada orang yang tanggung jawab saja, tapi tidak pintar-pintar. Meski yang paling banyak, selain tidak pintar, dia memang ndak tanggung jawab. Ini tidak baik. 

Jadi, tanggung jawab itu tidak menempel di ilmunya. Tetapi menempel pada Islam-nya, yang kemudian oleh Rasulullah disebut hidayah. Baik Islamnya, maka baik tanggungjawabnya.

Apa jaminannya seorang sarjana hukum akan menegakkan hukum? Apa jaminannya dia nanti tidak menjadi markus, penjual hukum, atau pengkhianat hukum? Atau malah masuk hukuman? Apa jaminannya orang yang sekolah ekonomi akan mampu memperbaiki ekonominya sendiri? Apalagi ekonomi masyarakat! 

Mencari pekerjaan saja dia sulitnya bukan main. Dan, ‘alhamdulillah’ banyak sarjana ekonomi yang istiqomah di bidang pengangguran ini. Heheee…

Terus, sekolah ekonomi sampai pol, kemudian statusnya nganggur, ini bagaimana? Ada lagi yang kuliah pertanian, tapi tidak pernah tahu sawah. Ada lagi kuliah peternakan tidak pernak ngingu sapi. Ini kan ironi.

Berkali-kali saya mengatakan. Kita boleh cari ilmu dan boleh dapat ilmu; boleh sedikit boleh banyak. Tetapi, belum ada jaminan tanggung jawab terhadap ilmu itu. Termasuk ilmu agama? Iya. 

Namun bila ilmu itu melekat pada diri orang yang memeluk agama Islam dengan baik, maka baik pula dia punya tanggung jawab. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Ceramah KH Achmad Hasyim Muzadi

Posting Komentar

© Yekti Sulistiyo. All rights reserved. Distributed by Pixabin