Cara membuka rekening saham. Klik disini

Tingkatan Orang Islam

Tingkatan Orang Islam

Di dalam kaitannya dengan pelaksanaan syari’at Rasulullah SAW, orang Islam terbagi menjadi 3 tingkatan:

1. Orang Islam yang Sahuun (lalai/sembrono) 

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ma’un:5 

اَلَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya

Umat Islam kelas ini akan marah jika Islam diganggu, namun mereka menjalankan ajaran Islam sesuka hati dan lebih banyak meninggalkan syari’at Islam.

2. Orang Islam yang Daim (ajeg)

Mereka adalah orang Islam yang rutin menjalankan ajaran Islam, namun masih ada sedikit kekurangan dalam pelaksanaan ajaran Islam. Mereka ini termasuk ahli surga. Oleh karena itu, mari kita berdo’a semoga kita bisa meningkatkan kualitas kita sehingga sampai pada kelas Daim ini. Orang yang bersikap ajeg disebut Daim, sedangkan tindakannya disebut Mudawamah (keajegan).

3. Orang Islam yang Mustaqim (tegak dan lurus)

Perilaku orang Islam yang Mustaqim ini disebut istiqomah.  

Orang Islam yang Daim akan mengalami kesulitan dunia, namun Allah SWT akan memberi mereka jalan keluar (makhraj). Hidup ini pasti sulit. Jika kita masih hidup, kita pasti akan mengalami kesulitan-kesulitan hidup, dan hanya orang mati saja yang tidak memperoleh kesulitan hidup. 

tingkatan orang islam
Tingkatan orang Islam bermacam-macam


Orang Islam yang sahun juga sering kali mendapatkan kehidupan yang sulit (ma’isyatan dhanka), yaitu sering mengalami stress, bingung dan keadaan carut marut. Namun, orang Islam yang daim akan menghadapi kesulitan hidup dengan do’a dan ikhtiyar yang sungguh-sungguh, dan pada akhirnya Allah SWT memberi jalan keluar kepadanya. 

Semua manusia pasti mengalami kesulitan hidup, baik orang kafir maupun orang muslim. Akan tetapi umat Islam masih mempunyai pengharapan kepada Allah SWT, yaitu Dzat yang tidak bisa menjadi harapan bagi orang kafir.

Hidup saat ini adalah sulit, oleh karena itu banyak orang melakukan bunuh diri karena takut menjalani kehidupan, bukan karena berani mati. Misalnya: Seorang ibu membunuh puteranya sendiri, suami membunuh istri, dll. 

Mereka itu bisa jadi termasuk sebagian dari umat Islam, namun orang Islam yang kualitasnya masih sahun. Jadi, kita berdo’a mudah-mudahan kita selalu diberi jalan keluar oleh Allah SWT pada akhir kesulitan hidup.

Tingkatan orang Islam yang istimewa adalah tingkatan Mustaqim. Mereka menjalankan ajaran Islam secara lurus dan tidak pernah absen sama sekali. 

Kalaupun seandainya mereka berdosa, maka dosa-dosa mereka hanyalah dosa-dosa kecil, sehingga orang muslim pada tingkat ini seolah-olah keluar sinar dari dalam dirinya. Surat Fushilat Ayat 30 menyebutkan:

إِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقمُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَئِكَةُ أَلاَّ تَخَافُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."

Yang dimaksud dengan “bersinar” di sini adalah dia bersinar di sisi Allah SWT. Biasanya orang-orang suka berkumpul di sekelilingnya. Allah SWT akan memberikan karamah pada muslim yang mustaqim, karena sikap istiqomah itu bisa mendatangkan karamah. 

Kita tidak perlu meminta keramat (karomah) kepada Allah SWT, namun kita harus beragama Islam secara istiqomah, sehingga karomah itu akan datang dengan sendirinya sebagai hasil dari sikap istiqomah yang kita lakukan. Meskipun demikian, ada saja orang Islam yang dikehendaki oleh Allah SWT untuk dianugerahi karomah.(*)

Sumber : dokumentasi ceramah KH Achmad Hasyim Muzadi

Posting Komentar

© Yekti Sulistiyo. All rights reserved. Distributed by Pixabin