Cara membuka rekening saham. Klik disini

Anti-discipline Mengancam Generasi Muda Modern

Barang siapa yang bertambah ilmunya, akan tetapi tidak bertambah hidayah dari Allah, maka akan semakin jauh dari-Nya.
Ceramah KH Achmad Hasyim Muzadi
KH Achmad Hasyim Muzadi

Maniz dada ilman walam yazdad hudan lam yazdad minallohi illa bu’dan. Barang siapa yang bertambah ilmunya, akan tetapi tidak bertambah hidayah dari Allah, maka akan semakin jauh dari-Nya. 

Maksudnya, bila orang yang ilmu rasionalnya tinggi, tapi tidak disangga oleh hidayah, maka ilmu ini akan lari sendiri, justru menjauhi Allah. 

Perhatikan! Dengan adanya teknologi yang luar biasa, mestinya orang lebih dekat kepada Allah. Innalloha basyirun bima ta’malun. Allah itu tahu betul apa yang kita lakukan. 

Mungkin dulu rasio kita itu bertolak belakang saat membayangkan kebesaran-Nya. Tapi, dengan teknologi sekarang, misalnya, ada HP pasti suaranya bisa didengar. Yang 3G gambarnya bisa dilihat. Ada televisi dan internet yang canggih. 

Istilahnya sekarang, ilmu juga bisa didapat dari ‘ustadz google’. Ada kamera yang bisa melihat. Coba pikirkan ini, bagaimana kalau dunia ini semuanya adalah kamera yang besar? 

Walau kuntum fi burujim musyaiyyadah (QS An-Nisa : 78). Artinya, sekalipun kalian ditempatkan di tempat yang terlindungi, tetap saja datang maut itu. 

Dulu saya tidak bisa memikirkan bagaimana malaikat mengurusi matinya orang. Mati ini dialamatkan kepada siapa? Terus kalau keliru bagaimana? Eee…, tahu-tahu sekarang ada HP, kalau nomornya selisih satu saja, tidak bisa masuk. 

Padahal manusia itu tidak ada yang sama. Dan, ternyata yang tidak sama itu bukan cuma sidik jari. Rambutnya tidak sama, tulangnya tidak sama, DNA-nya juga tidak sama. Mana mungkin itu keliru? 

Maka, mestinya kecerdasan itu lurus. Tetapi karena kesombongan manusia, semakin ada teknologi tinggi, anehnya ada orang yang semakin menjauhi Allah. Ini terbalik. 

Kalau hal ini hubungan dengan keimanan kepada Allah, sambung dengan ilmu pengetahuan, kemudian melahirkan pertanggungjawaban ilmu itu untuk diamalkan, kita bisa disebut soleh. Namun, proses kesolehan ini tidak bisa dilepas begitu saja. 

Harus diupayakan dengan disiplin, dan tadrib (pembelajaran atau pelatihan). Tidak ada karakterisasi tanpa disiplin. Tidak ada karakterisasi tanpa latihan. 

Kita mau dicetak menjadi seperti tentara, ya harus seperti itu latihannya, doktrinnya, dan sebagainya. Baru kalau lulus, menjadi tentara sungguhan. 

Maka, yang menjadikan bahaya besar bagi generasi muda sekarang ini adalah generasi yang tidak mau disiplin. Ini sebenarnya adalah generasi yang sedang menghancurkan dirinya sendiri. 

Kadang-kadang atas nama kebebasan demokrasi, generasi muda bertindak semaunya. Padahal yang begitu itu democrazy bukan demokrasi. Sebenarnya, kebebasan itu akan datang dengan sendirinya ketika kita sudah melakukan kewajiban. 

Tentang kebebasan yang berdiri sendiri, tanpa ada kewajiban, sebenarnya bukan kebebasan, tapi jalan menuju kerusakan.

Sumber : Ceramah KH Achmad Hasyim Muzadi

Posting Komentar

© Yekti Sulistiyo. All rights reserved. Distributed by Pixabin