Cara membuka rekening saham. Klik disini

5 Sebab Bencana yang Mengerikan

Banyak sekali bencana alam terjadi. Bencana alam itu terjadi karena beberapa sebab

Banyak sekali bencana alam terjadi. Bencana alam itu terjadi karena beberapa sebab.

Achmad Hasyim Muzadi
KH Achmad Hasyim Muzadi 

Ulah Manusia

Sebab yang pertama karena ulah tangan manusia.

Gara-gara hutan dibabati, jadi banjir. Di Sidoarjo, tanah digali sampai keluar lumpur. Itukan gara-gara tangan manusia. Kerusakan lautan karena cari ikan pakai bom, lalu ada lagi yang mengeruk pasir tidak teratur akhirnya longsor. 

Akhlak yang Rusak

Yang kedua, bencana terjadi karena rusaknya akhlak.

Dulu umat Nabi Nuh ditenggelamkan karena kafir, umat Nabi Lut ditenggelamkan karena laki-laki tidak mau kawin dengan perempuan, dan perempuan kawin dengan perempuan. 

Prilaku seperti umat Nabi Lut ini masih ada sampai sekarang. 

Jadi, kelakuan yang rusak itu disebabkan hilangnya siddiq dan amanat. Implementasi amanat itu kalau dititipi harus sampai atau dilakukan. 

Nah, amanat itu sendiri ada dua yakni dari Allah yang berupa syariat, dan amanat dari manusia yang berupa titipan. Titipan ini apa saja? Titipan barang, aspirasi dan lain-lain. 

Hilangnya Nahi Munkar

Kalau ahlak sudah gak karuan, maka lahirlah sebab yang ketiga yakni hilangnya nahi mungkar

Jadi kita ini diperintah Allah untuk dua hal, amar ma’ruf nahi mungkar. Amar makruf itu mengajak kepada kebaikan. Nahi mungkar itu mencegah kemungkaran. 

Itu seolah tidak ada karena wis roto mungkar kabeh. 

Ketika kemungkaran tidak ada yang menghentikan, maka Allah memerintahkan mahluknya yang lain untuk menghentikannya. 

Ini semua sebetulanya i’tibar bagi kita. Tapi sering kali kita tidak tahu. Fa’tabiru ya ulul albab. 

Ulul albab itu orang yang akal dan hatinya jalan atau berfungsi. Tapi sekarang itu banyak orang yang hatinya jalan tapi akalnya tidak jalan. 

Sehingga dia itu tidak mengerti i’tibar atau fenomena sekarang, walaupun seorang dai itu profesor.

Umumul Balwa

Sebab yang ketiga adalah nahi mungkar yang tidak dihentikan seperti yang dijelaskan tadi, maka ada yang keempat, yaitu umumul balwa. 

Artinya ada kejahatan yang merata. Tapi karena sudah rata maka dianggap biasa mergo usum. 

Jadi ketidakwajaran itu kalau sudah merata menjadi kewajaran. Ini juga menjadi sebab bencana. 

Kejahatan yang tidak berhenti

Sebab yang kelima adalah tidak berhentinya kejahatan manusia ketika diberikan musibah. 

Lalu diganti dengan baliyah. Kalau baliyah itu tidak bisa menghentikan maka yang datang adalah tadmir yakni kehancuran yang luar biasa. Wa dammarnahum tadmira. 

Berarti orang sekarang ini dengan banyaknya balak seperti ini, menurut sampeyan sudah pada ingat Allah apa belum? 

Menurut saya masih belum. Berarti bencana ini belum mengingatkan. Karena belun bisa mengingatkan maka secara kaidah, syariahnya jalan terus sampai orang itu sadar. Oleh karenanya maka kita harus sadar duluan. 

Sumber : Ceramah KH Achmad Hasyim Muzadi


Posting Komentar

© Yekti Sulistiyo. All rights reserved. Distributed by Pixabin